- Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank digelar di Purwokerto pada Minggu, 30 Agustus 2026.
- Pemilik rokok HS, Muhammad Suryo, berhasil mengembangkan bisnis hingga menyerap ribuan tenaga kerja setelah tiga tahun perjalanan.
- Acara musik tersebut melibatkan grup band Slank untuk mendukung para pelaku UMKM dan komunitas Slankerspreneur.
Sementara, pada konser menggandeng Slank dan band lokal Purwokerto hingga Yogyakarta di Purwokerto itu, Suryo menyebut itu jadi salah satu cara bermanfaat bagi sesama menggunakan cara kreatif.
Ketika konser digelar, wilayah sekitar terutama masyarakatnya akan merasakan manfaatnya. Salah satunya UMKM. Lokasi pentas menyediakan tenda-tenda UMKM untuk berjualan, termasuk secara khusus para Slankers melalui program Slankerspreneur.
Basis Slank Ivan Kurniawan (Ivanka) menjelaskan Slankerspreneur jadi salah satu wadah Slankers yang tertarik wirausaha. Itu disebutnya sebagai gerakan tidak terstruktur.
“Slankers ini sudah membersamai lebih dari 30 tahun, saat ini usianya sudah dewasa, sudah punya anak, punya tanggung jawab. Tercetuslah ide ini, mereka berkreasi sesuai bakatnya masing-masing. Slankerspreneur gerakan tidak terstruktur, tapi mereka bisa merasakan support dari HS. Belum pernah ada, konser-konser dengan rangkaian panjang, yang Slankersnya disupport sponsor, selain HS ini,” jelas Ivanka yang juga hadir di sesi jumpa pers lengkap dengan personel lainnya.
Baca Juga:Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Ratusan Warga Geruduk Pabrik Sepeda Listrik di Semarang
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, menyebut Suryo memang selalu banyak ide dan inovasi. “Jadi wajar aja kalau 3 tahun HS bisa seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” jelas Kaka.
Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, menyebut Slank sudah belasan tahun tidak menyambangi Purwokerto. Dia mengenang, terakhir manggung di Purwokerto saat anaknya yang bernama Tallulah Alami masih usia 2 tahun. Hari ini, Tallulah usianya sudah 20 tahun.
“Jadi sudah 18 tahun (nggak manggung di Purwokerto),” cerita drummer Slank itu.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut konser ini gebrakan luar biasa di Banyumas khususnya Purwokerto.
“HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’. Sejak saya jadi bupati, tahun 2024, minimal ada 1 kali event tiap bulan, event apapun,” kata Sadewo yang juga hadir di sesi jumpa pers.
Baca Juga:Semen Gresik Raih Best Choice Brand Portland Cement Pada Ajang The Peoples Choice 2026
Sementara itu, sebelum pentas, akan ada riding Slank bersama ratusan pemotor khususnya Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya). Mengambil titik dari Jembatan Gerilya Soedirman dan finish di venue GOR Satria.
Line up artist konser itu; Polkadots (Purwokerto), FSTVLST (Yogyakarta), Karnamereka (Yogyakarta), Afterskema (Yogyakarta), Preman Disco (Bandung), Souljah (Jakarta) dan Slank.