25 Daerah Jateng Masuk Zona Kritis Kekeringan, Ancaman Air Bersih hingga Gagal Panen Mengintai

25 kabupaten/kota di Jateng berstatus Awas kekeringan ekstrem karena tak hujan 61 hari lebih. Krisis air bersih dan ancaman gagal panen mengintai warga.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 03 September 2026 | 09:59 WIB
25 Daerah Jateng Masuk Zona Kritis Kekeringan, Ancaman Air Bersih hingga Gagal Panen Mengintai
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Tengah pada Dasarian I September 2026. [ANTARA/HO-BMKG]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menghadapi status Awas kekeringan meteorologis pada awal September 2026.
  • Kondisi tanpa hujan selama minimal 61 hari tersebut memicu ancaman krisis air bersih dan potensi gagal panen pertanian.
  • BMKG juga menetapkan 10 daerah berstatus Siaga dan satu wilayah berstatus Waspada akibat ancaman kekeringan yang meluas.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah memasuki fase yang perlu diwaspadai menyusul 25 kabupaten/kota berstatus Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian I September 2026 atau periode 1–10 September.

Status tersebut bukan sekadar tanda minimnya hujan. BMKG menyebut kondisi Awas merupakan level paling kritis, ketika suatu wilayah mengalami tidak turun hujan selama sedikitnya 61 hari berturut-turut. Jika berlangsung lebih lama, dampaknya dapat merembet dari menyusutnya sumber air hingga mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, mengatakan kondisi tersebut harus segera diantisipasi pemerintah daerah dan masyarakat, terutama untuk menghadapi potensi krisis air bersih.

“Berdasarkan pemantauan BMKG, wilayah berstatus Awas meliputi Cilacap, Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Kudus, dan Demak,” ujarnya.

Baca Juga:Omzet Tembus Ratusan Juta, UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Siap Manjakan Pelancong

Ancaman kekeringan tersebut semakin serius karena wilayah-wilayah itu diprediksi memperoleh curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang lebih dari 70 persen.

Artinya, dalam waktu dekat hujan belum menjadi andalan untuk memulihkan sumber air yang telah mengalami penurunan.

Air Bersih Jadi Ancaman Terdekat

Dampak yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah berkurangnya ketersediaan air.

Sumber air dapat mengering, sehingga pemerintah daerah diminta tidak menunggu kondisi semakin parah untuk melakukan intervensi. Salah satu langkah yang perlu dipersiapkan adalah menjadwalkan distribusi air bersih menggunakan truk tangki secara rutin ke wilayah terdampak.

Baca Juga:Jateng Kejar Zero Sampah 2029, Ribuan Ton Sampah Disulap Jadi Listrik dan Bahan Bakar

Masyarakat juga diminta mengubah prioritas penggunaan air.

Air yang tersedia perlu didahulukan untuk kebutuhan paling mendasar, terutama minum dan memasak. Penggunaan untuk aktivitas yang tidak mendesak perlu dikurangi.

“Seluruh status tersebut diikuti prediksi curah hujan kurang dari 20 milimeter per dasarian dengan peluang lebih dari 70 persen,” kata Goeroeh.

Pertanian Berada di Garis Depan

Krisis air juga berpotensi memukul sektor pertanian.

Lahan tadah hujan menjadi salah satu sektor yang paling rentan karena sangat bergantung pada datangnya hujan. Jika pasokan air tidak mencukupi, tanaman berisiko mengalami kekeringan hingga gagal panen atau puso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak