Bukan Sekadar Pindah Markas, Ini Alasan Java United Dibawa ke Semarang

Kehadiran Java United di Semarang bertujuan menjadi muara pembinaan talenta muda sepak bola Jawa Tengah agar memiliki jalur jelas ke level profesional.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 September 2026 | 09:53 WIB
Bukan Sekadar Pindah Markas, Ini Alasan Java United Dibawa ke Semarang
Logo Java United. [Dok Java United]
Baca 10 detik
  • Klub Java United yang berpindah ke Semarang disiapkan menjadi muara pembinaan talenta muda sepak bola Jawa Tengah.
  • Khairul Anwar menegaskan pemain Elite Pro Academy Java United wajib ber-KTP asli daerah Jawa Tengah tanpa terkecuali.
  • Langkah strategis ini bertujuan menghentikan larinya pemain potensial lokal sekaligus memperjelas jenjang karier sepak bola profesional mereka.

“Hal-hal seperti ini harus dibangun dari awal supaya anak-anak binaan Jawa Tengah mau di tingkat apa pun, terus kemudian di kelompok usia apa pun, muaranya berjenjangnya jelas, tidak ada yang putus,” kata Kairul.

Belajar dari Jawa Timur

Konsep tersebut juga tidak muncul begitu saja. Khairul mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari ekosistem sepak bola Jawa Timur saat menjalankan tugas sebagai Plt di lingkungan Asprov PSSI Jawa Timur.

Ia melihat pembinaan di Jawa Timur memiliki keterhubungan yang lebih kuat antara Askab, Askot, akademi, dan klub profesional.

Baca Juga:Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

“Karena saya kebetulan Plt Jawa Timur, saya belajar banyak dari Jawa Timur,” katanya.

Menurut Khairul, banyak klub Liga 1 di Jawa Timur yang mampu mengadopsi pemain dari hasil pembinaan Askab dan Askot.

“Jawa Timur sedemikian banyak klub Liga 1, mereka mengadopsi Elite Pro-nya dari anak-anak binaan Askab, Askot Jawa Timur. Itu luar biasa. Jawa Tengah harus melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Ia menilai pola tersebut dapat diterapkan di Jawa Tengah dengan menyesuaikan kondisi dan potensi daerah.

Kehadiran Java United di Semarang pun diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk menciptakan ekosistem tersebut.

Baca Juga:Cedera ACL Bisa Jadi Titik Balik Atlet, Bukan Alasan Berhenti Berolahraga

Bukan sekadar menghadirkan klub profesional, tetapi membangun hubungan dari bawah hingga atas agar setiap pemain muda yang dibina di Jawa Tengah memiliki tujuan yang jelas.

Dengan begitu, proses pembinaan tidak berhenti di tingkat Askab atau Askot, sementara pemain terbaiknya harus mencari peluang ke luar daerah.

“Yang pertama pembinaannya, yang kedua proteksinya, yang ketiga yang terpenting itu juga programnya di Jawa Tengah goal-nya harus berjalan karena anak-anak ini butuh muara,” ujar Khairul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak