- Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan pemerintah kabupaten menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan makanan.
- Ratusan warga dari berbagai usia dirawat di fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala mual akibat makan bergizi.
- Pemerintah daerah mengaudit fasilitas penyedia makanan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.
Menurut Desi, tidak ada rasa atau aroma yang dianggap aneh saat makanan tersebut dikonsumsi. Namun, beberapa jam kemudian, ia dan kedua anaknya mulai mengalami mual hingga akhirnya mendapat penanganan medis.
“Kami bertiga makan MBG semua. Rasanya enggak ada yang aneh, cuma sore harinya kami bertiga mual. Kami langsung ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Batang,” ungkap Desi.
Desi mengatakan salah satu menu yang dikonsumsi adalah telur. Kedua anaknya mendapatkan MBG karena masih berusia balita. Ia kemudian turut mengonsumsi telur yang tersisa.
“Anak saya dapat MBG karena balita. Terus ada sisa telur, ya saya makan. Tapi malah mual dan muntah,” ujarnya.
Baca Juga:Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG