- Wapres Gibran dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau kasus keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang pada 28 September 2026.
- Sebanyak 597 orang mengalami gejala keracunan, dengan delapan korban masih dirawat di Puskesmas Bawang pada hari peninjauan tersebut.
- Wali murid dan siswa meminta program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan dengan perbaikan tata kelola serta peningkatan higienitas.
SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Senin, 28 September 2026.
Ada tiga titiik yang ditinjau Gibran dan Ahmad Luthfi, yaitu RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, dan SD Pasusukan Bawang. Saat peninjauan di Puskesmas Bawang , Wapres mendengar keluhan dan aspirasi warga.
Tercatat korban yang saat ini masih dirawat di Puskesmas Bawang ada delapan orang. Terdiri atas empat orang dewasa dan empat orang usia pelajar. Dari jumlah tersebut, terdapat seorang pasien yang baru datang pada Senin pagi, 28 September 2026.
Gibran dan Ahmad Luthfi tiba di Puskesmas Bawang sekira pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya meninjau penanganan dan berdialog dengan korban di RSUD Limpung. Sesampainya di lokasi keduanya didampingi oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan langsung menuju Ruang Anggrek, Dahlia, dan Mawar untuk menemui sejumlah korban.
Baca Juga:Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang, RS Sampai Penuh
Setelah dari Puskesmas Bawang, Wapres dan Gubernur Jateng kemudian meninjau dan berdialog dengan para wali murid di SD Negeri Pasusukan.
Dalam dialog itu, para wali murid tidak meminta program MBG dihentikan. Mereka berharap program tersebut tetap berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.
Salah seorang wali murid, Nuriah menyampaikan keluhan sekaligus harapan terkait pelaksanaan MBG ke depan.
Menurut Nuriah, Gibran juga menyampaikan keinginan untuk memperbaiki tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah Bawang, Batang.
Perbaikan tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Sebab, meski kondisi anaknya kini telah membaik, pengalaman tersebut masih meninggalkan trauma. Anaknya sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari. Kini kondisinya telah membaik dan sudah kembali bersekolah.
Baca Juga:276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab
Nuriah berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi sehingga tidak ada lagi anak yang mengalami kejadian serupa.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Ahmad Luthfi juga menyapa para siswa yang terdampak. Salah satunya Faiz Fatih Ardani, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan.
Faiz mengatakan kondisinya kini sudah membaik dan masih dalam masa pemulihan. Ia berharap, pengelolaan MBG bisa lebih baik lagi.
“Semoga itu program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” katanya.
Harapan serupa disampaikan As'ad Arif Nurul Munji, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan yang juga terdampak.
“Tetap dilanjutkan, diperbaiki,” ujarnya.