Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jawa Tengah didorong jadi percontohan nasional penanganan TBC. Model integrasi layanan kesehatan dan pelacakan kontak erat ini dinilai layak diadopsi daerah lain di Indonesia.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus didampingi Bupati Demak Eisti'anah saat meninjau cek kesehatan gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]
Baca 10 detik
  • Wamendagri Ahmad Wiyagus menyatakan model penanganan TBC di Jawa Tengah layak diadopsi secara nasional.
  • Peninjauan layanan kesehatan terintegrasi tersebut dilakukan di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Demak pada Oktober 2026.
  • Sekda Jateng Sumarno menegaskan pentingnya pelacakan kontak erat dan penguatan Desa Siaga TB untuk menekan penularan.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah didorong menjadi percontohan nasional dalam penanganan tuberkulosis (TBC). Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus menilai model penanganan TBC di provinsi tersebut layak diadopsi daerah lain, terutama melalui penguatan penemuan kasus aktif dan integrasi layanan kesehatan.

Namun, upaya menekan penularan TBC tidak cukup hanya dengan menemukan dan mengobati pasien. Pelacakan kontak erat serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada orang yang memenuhi kriteria medis juga menjadi pekerjaan penting agar penularan dapat dikendalikan.

"Saya akan mengangkat model penanganan TB di Jawa Tengah ini menjadi model yang harus diadopsi oleh seluruh daerah yang ada di Indonesia," ujar Ahmad Wiyagus saat meninjau layanan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Oktavianus. Peninjauan berlangsung di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Jepara dan Kudus pada Selasa (13/10/2026), kemudian dilanjutkan di Demak.

Baca Juga:Kapolda Jateng Ancam PTDH Polisi yang Bekingi Judi dan Narkoba

Integrasi layanan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan membantu menemukan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan penyakit yang membutuhkan deteksi dini, pengobatan sesuai standar, serta tindak lanjut terhadap orang yang berisiko tertular.

Pelacakan Kontak Erat Jadi Pekerjaan Rumah

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menegaskan, keberhasilan penanggulangan TBC tidak bisa hanya diukur dari kemampuan menemukan kasus dan mengobati pasien. Penanganan juga harus menyasar orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien agar risiko penularan dapat ditekan.

Menurut Sumarno, kontak erat perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan langkah pencegahan sesuai kondisi medis. Salah satunya melalui pemberian TPT kepada orang yang memenuhi kriteria.

“Yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana menemukan kasusnya, kemudian pengobatannya. Namun, yang tidak kalah penting adalah kontak erat dari pasien TB juga harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah

Ia menjelaskan, apabila penemuan kasus tidak diikuti dengan penanganan kontak erat secara optimal, risiko penularan dapat terus berlanjut dan kasus baru berpotensi ditemukan pada tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, strategi penanggulangan TBC perlu berjalan secara menyeluruh, mulai dari penemuan pasien, pengobatan, pemeriksaan kontak erat, hingga pencegahan bagi orang yang berisiko tertular.

Pendekatan tersebut juga membutuhkan kesinambungan layanan agar pasien memperoleh pengobatan yang sesuai dan orang-orang di sekitarnya mendapatkan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Desa Siaga TB Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Untuk memperluas jangkauan penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan Desa Siaga TB. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengenali risiko, mendukung pemeriksaan, dan membantu menghubungkan warga dengan layanan kesehatan.

Sumarno mencontohkan kolaborasi di Kabupaten Demak yang melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak