- Wamendagri Ahmad Wiyagus menyatakan model penanganan TBC di Jawa Tengah layak diadopsi secara nasional.
- Peninjauan layanan kesehatan terintegrasi tersebut dilakukan di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Demak pada Oktober 2026.
- Sekda Jateng Sumarno menegaskan pentingnya pelacakan kontak erat dan penguatan Desa Siaga TB untuk menekan penularan.
Menurut dia, keterlibatan kedua unsur tersebut dapat membantu membangun pemahaman masyarakat sebelum petugas kesehatan melakukan pemeriksaan atau penelusuran lebih lanjut.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat diterapkan di daerah lain di Jawa Tengah sehingga upaya penemuan aktif kasus TBC tidak hanya bergantung pada warga yang datang ke fasilitas kesehatan.
Meski demikian, pelaksanaan di tingkat desa tetap perlu didukung tenaga kesehatan agar pemeriksaan, penentuan kebutuhan pengobatan, dan pemberian terapi pencegahan dilakukan sesuai standar medis.
Penguatan Layanan Kesehatan di Daerah
Baca Juga:Kapolda Jateng Ancam PTDH Polisi yang Bekingi Judi dan Narkoba
Selain penanggulangan TBC, Sumarno mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Jawa Tengah, termasuk puskesmas dan rumah sakit.
Menurut dia, penguatan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus menunjang program pengendalian TBC.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Jawa Tengah berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, pasien mendapatkan pengobatan yang sesuai, serta kontak erat memperoleh tindak lanjut pencegahan.
Rencana menjadikan model penanganan TBC Jawa Tengah sebagai acuan nasional selanjutnya membutuhkan konsistensi pelaksanaan di lapangan. Penguatan koordinasi antarlembaga, keterlibatan masyarakat, dan tindak lanjut terhadap kontak erat menjadi aspek penting agar pendekatan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Baca Juga:Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kg, Pemprov Jateng Gelar Pasar Murah