- BKSDA Jawa Tengah merekam satu individu Macan Tutul Jawa menggunakan kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat pada tanggal 13 hingga 14 Oktober 2026.
- Populasi Macan Tutul Jawa di Pulau Nusakambangan sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar 20 individu berdasarkan hasil penelitian terakhir di kawasan tertentu.
- BKSDA Jawa Tengah mengimbau masyarakat dan pekerja agar tidak mengganggu satwa liar serta menjauh perlahan jika bertemu macan tutul.
Apabila bertemu Macan Tutul Jawa, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati atau memancing pergerakan satwa, serta menjauh secara perlahan untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa liar.
“Apabila bertemu Macan Tutul Jawa, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mendekati atau memancing pergerakan satwa, serta menjauh secara perlahan untuk menghindari konflik antara manusia dan satwa liar,” ujar Wahyono.
Rekaman kamera jebak tersebut menjadi salah satu bukti keberadaan Macan Tutul Jawa di kawasan konservasi Nusakambangan. Di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung, pemantauan berkelanjutan dan kajian terhadap kondisi habitat diperlukan agar perlindungan satwa liar dapat dilakukan berdasarkan data yang memadai.
Baca Juga:Bukan Lagi Penjaga, Kini Sang Pengemudi Kapal: Kisah Tiga Petugas Lapas Nusakambangan