- Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah menyatakan inovasi sangat penting agar budaya lokal tidak punah di era globalisasi.
- Integrasi antara tradisi lama dan ide-ide baru diperlukan supaya warisan budaya tetap relevan bagi generasi masa depan.
- Seniman dapat menggabungkan teknik tradisional dengan konsep modern guna menciptakan karya inovatif tanpa meninggalkan akar budaya.
SuaraJawaTengah.id - Pelestarian budaya membutuhkan berbagai inovasi agar keberadaannya tetap relevan dan berkembang di era modern.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, sebagai warisan yang turun-temurun, sebuah budaya tidak hanya mencerminkan sejarah, nilai, dan tradisi, tetapi juga menjadi sumber kekuatan dan kebanggaan bagi masyarakat.
"Namun, di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin cepat, melestarikan budaya lokal, tentu menjadi tantangan tersendiri," ungkapnya.
Atas dasar itu, menurutnya, diperlukan berbagai inovasi. Langkah ini, juga merupakan salah satu bentuk pengembangan budaya.
Baca Juga:Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
"Dengan sentuhan inovasi, sebuah budaya bisa berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Sehingga tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya kepada dunia," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.
Globalisasi, jelas Kakung, membawa tantangan besar yang seringkali mengakibatkan homogenisasi budaya. Tanpa upaya pelestarian yang serius, unsur-unsur unik dari budaya lokal bisa terancam punah dalam arus modernisasi yang cepat.
"Melestarikan sebuah budaya, tidak hanya sebatas pada menjaga yang lama, tetapi juga mengintegrasikan budaya tersebut dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan dapat dinikmati oleh generasi masa depan," terangnya.
![Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/87695-sarif-abdillah.jpg)
Kakung tak menampik, tradisi dan inovasi seringkali dipandang sebagai dua kutub yang berlawanan. Namun nyatanya keduanya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan.
"Dalam konteks masyarakat yang kaya akan budaya seperti Indonesia, penting untuk memahami bagaimana tradisi menjadi dasar inovasi, dan bagaimana inovasi dapat memperkaya serta melestarikan tradisi yang telah ada," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga:Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
Keduanya, tegas Kakung, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk identitas dan keberlanjutan suatu masyarakat. Sebab inovasi tidak selalu berarti meninggalkan tradisi.
"Inovasi dapat terjadi dengan menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan ide-ide baru yang segar. Misalnya, banyak seniman saat ini yang menggunakan teknik tradisional dalam karya modernnya untuk menciptakan sesuatu yang inovatif sambil tetap menghormati akar budayanya," tandasnya.