Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

Gub Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi dedikasi guru PAUD/TK dalam Apel Akbar. Pendidikan usia dini dinilai sebagai fondasi penting pengentasan kemiskinan.

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Jateng dalam rangka Milad ke-107 TK ABA dan Milad ke-29 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Baca 10 detik
  • Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi sepuluh ribu guru PAUD dan TK Aisyiyah pada Apel Akbar di Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026.
  • Pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan revitalisasi sarana prasarana taman kanak-kanak untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
  • Menteri Abdul Mu'ti menyatakan bahwa program wajib belajar tiga belas tahun mencakup jenjang pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak.

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang telah berdedikasi dalam memberikan pendidikan kepada anak usia dini.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Apel Akbar 10.000 Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Jateng dalam rangka Milad ke-107 TK ABA dan Milad ke-29 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026.

"Terima kasih karena dengan gaji pas-pasan, ibu-ibu sekalian bekerja dengan hati," ucap Luthfi di hadapan ribuan guru.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kreativitas, dan keterampilan sosial anak. Karenanya, anak-anak perlu mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dengan memberikan ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, bertanya, dan berkreasi. Anak yang bahagia belajar, akan memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan tangguh.

Baca Juga:Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan

Untuk itu, lanjut dia, peran guru PAUD dan TK menjadi sangat penting. Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dan pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.

Kompetensi pedagogik, pengasuhan positif, kemampuan mengenali kebutuhan anak, serta keterampilan menciptakan pembelajaran yang kreatif perlu terus diperkuat.

Pemprov Jateng berkomitmen mendorong pendidikan yang bermutu dan inklusif, melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan sesuai kewenangan masing-masing.

Oleh karena itu, penguatan PAUD dan TK perlu terus diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, kompetensi pendidik, serta pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.

"Di Jateng ini, dasar untuk pengentasan kemiskinan paling utama adalah aspek pendidikan. Bukan hanya sandang, pangan, papan melainkan paling pokok adalah pendidikan,” ucap dia.

Baca Juga:22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu'ti sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Menjadi seorang guru PAUD atau TK lebih sulit daripada menjadi seorang dosen. Guru PAUD dan TK memiliki pengaruh luar biasa bahkan lebih daripada orangtua. Anak-anak lebih mengikuti apa kata guru TK daripada orangtuanya.

"Guru TK adalah role model bagi anak-anak, bukan hanya sebagai pengajar melainkan juga sebagai orangtua dan sosok idola bagi anak-anak," katanya.

Oleh karena itu, pola pengajarannya adalah dengan bermain. Anak-anak yang bermain dengan gembira dan bersuka cita akan berkesempatan mengembangkan diri.

Pemerintah telah mengamanahkan kepada Kementerian Dikdasmen terkait wajib belajar 13 tahun, dimulai dari PAUD dan TK atau satu tahun menjelang sekolah dasar (SD). Saat ini tercatat baru 66% anak di sekolah SD yang pernah belajar di PAUD atau TK, sisanya masih banyak yang belum pernah PAUD atau TK.

"Pemerintah juga berusaha meningkatkan pemenuhan sarana prasarana TK melalui program revitalisasi. Pada 2025 ada 1.356 TK yang mendapatkan bantuan. Tahun 2026 meningkatkan 10 kali lipat dengan alokasi 13.831 bantuan revitalisasi TK di seluruh Indonesia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini