- Wisnu Tutus Tedy Putra bertugas sebagai Mantri BRI Unit Banyubiru sejak September 2015 untuk membantu permodalan UMKM.
- Ia telah mendampingi sekitar 50 persen pelaku UMKM mengakses pembiayaan, edukasi keuangan, hingga berhasil naik kelas.
- Wisnu berkomitmen menjaga integritas tinggi dan menjangkau wilayah jauh demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
SuaraJawaTengah.id - Bagi Wisnu Tutus Tedy Putra, menjadi Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan menyalurkan kredit kepada masyarakat. Lebih dari itu, profesi yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun tersebut menjadi kesempatan untuk terjun langsung melihat perjuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membantu mereka mendapatkan akses permodalan untuk berkembang.
Bertugas di BRI Unit Banyubiru, Cabang Ungaran, dengan wilayah penugasan Bo Ungaran, Wisnu telah mengabdikan diri di BRI selama 14 tahun. Ia mulai menjalankan tugas sebagai Mantri sejak September 2015.
Keputusannya menekuni pekerjaan tersebut dilandasi keinginan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan dan dukungan permodalan.
"Motivasi saya memilih pekerjaan ini karena bisa terjun langsung merasakan pergerakan perekonomian pelaku UMKM dan bisa memberikan dampak yang nyata," ungkap Wisnu.
Baca Juga:Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
Selama menjalankan tugas, Wisnu telah mendampingi sekitar 15 pelaku UMKM. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan bahwa persoalan yang dihadapi pengusaha kecil tidak selalu berkaitan dengan kemampuan menjalankan usaha.
Tidak sedikit di antara mereka yang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang, tetapi terkendala akses permodalan dan belum tersentuh layanan perbankan.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika berhasil membantu nasabah memperoleh fasilitas kredit untuk pertama kalinya.
Nasabah tersebut sebelumnya belum pernah mendapatkan fasilitas pembiayaan perbankan karena wilayah tempat tinggalnya belum terjangkau oleh aktivitas pemasaran kredit.
Bagi Wisnu, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Mantri di tengah masyarakat dapat membuka akses keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Baca Juga:BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
Ia juga pernah menjumpai pelaku usaha yang mulai mengalami penurunan aktivitas bisnis karena keterbatasan modal. Dalam kondisi tersebut, pendampingan dilakukan untuk membantu nasabah menemukan jalan agar usahanya kembali memiliki peluang berkembang.
Mendampingi UMKM hingga Berhasil Naik Kelas
Bagi Wisnu, keberhasilan seorang Mantri tidak cukup diukur dari banyaknya kredit yang berhasil disalurkan. Ia juga melihat bagaimana pembiayaan dan pendampingan dapat memberikan perubahan terhadap kondisi usaha nasabah.
Selama menjalankan tugas, sekitar 50 persen dari pelaku UMKM yang didampinginya telah berhasil mengakses pembiayaan. Bahkan, terdapat nasabah yang sebelumnya berada pada segmen mikro dan kemudian berkembang hingga menjadi nasabah pada segmen KCP.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memberikan kepuasan tersendiri baginya. Sebab, ada proses panjang yang harus dilalui sebelum sebuah usaha mampu berkembang dan meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Tantangan terbesar dalam pekerjaannya justru terletak pada bagaimana mendampingi nasabah agar benar-benar merasakan perubahan positif setelah mendapatkan akses layanan perbankan.
"Mendampingi nasabah sampai bisa merasakan dampak perubahan usaha UMKM yang meningkat," jelasnya saat menceritakan tantangan selama bertugas.
Menurut Wisnu, akses pembiayaan perlu diiringi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan perkembangan usaha. Karena itu, ia juga berupaya memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upayanya agar pelaku UMKM tidak hanya mengenal produk perbankan, tetapi juga memahami manfaat layanan keuangan formal untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Menjangkau Masyarakat dan Menjaga Kepercayaan
Dalam menjalankan tugas sebagai Mantri, Wisnu menyadari bahwa membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan proses dan konsistensi.
Ia berupaya menjaga integritas dalam setiap pelayanan dan pendampingan kepada nasabah. Baginya, kepercayaan merupakan fondasi penting agar masyarakat merasa nyaman mengakses layanan perbankan.
Tidak jarang, tugas tersebut mengharuskannya menjangkau wilayah yang cukup jauh hingga melakukan pendampingan sampai malam hari.
Pengalaman bertemu langsung dengan berbagai karakter pelaku usaha membuatnya memahami bahwa setiap nasabah memiliki tantangan berbeda. Ada yang baru memulai usaha, ada yang sedang berjuang mempertahankan bisnis, hingga ada pula yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan skala usahanya.
Pengalaman-pengalaman tersebut perlahan mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan yang selama ini dijalani.
"Jadi bukan hanya bekerja, tetapi memberikan dampak kepada pelaku UMKM," tuturnya.
Bagi Wisnu, ketika seorang pedagang kecil yang sebelumnya tidak memiliki akses perbankan akhirnya bisa menjadi nasabah, atau ketika usaha mikro mampu berkembang ke segmen yang lebih besar, di situlah ia merasakan arti pekerjaannya.
Ia berharap pendampingan yang dilakukan Mantri BRI dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan, edukasi, dan pendampingan untuk mengembangkan usaha.
Kisah Wisnu menjadi gambaran bahwa peran Mantri tidak berhenti pada aktivitas perbankan. Melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat, mereka turut menjadi bagian dari perjalanan pelaku UMKM dalam membangun usaha, menghadapi keterbatasan, dan membuka peluang untuk naik kelas.