SuaraJawaTengah.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD pada Apel Kebangsaan di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah menyampaikan orasi kebangsaan.
Dalam orasinya, Mahfud menyebut jika korupsi adalah musuh bersama. Ia menegaskan, tidak ada kawan dan lawan, dalam melawan bersama perilaku korupsi.
"Indonesia banyak koruptor, betul. Tapi jangan putus asa, mari kita jaga bersama melawan korupsi. Apel Kebangsaan agar kita berwatak dan berhati merah putih," ucap Mahfud dalam orasi, di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3/2019).
Warna merah, jelas Mahfud adalah lambang keberanian dalam melawan ketidakadilan. Sedangkan warna putih, lambang dalam menjaga diri dan bersih dari perilaku korup.
"Kepada siapapun tidak ada kawan dan lawan untuk melawan ketidakadilan, korupsi, dan kemiskinan sebagai musuh bersama apapun partai Anda," ucapnya.
Mahfud juga menentang orang yang menyatakan buat apa Indonesia dipertahankan karena kemiskinan merajalela. Pernyataan itu kata Mahfud adalah keliru.
"Situasinya jika Indonesia tidak merdeka maka semakin miskin, sejak merdeka kemiskinan tinggal 8 persen," tandas Mahfud.
Menurut Mahfud, adanya Apel Kebangsaan sangat bagus untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam menyikapi perbedaan saat Pemilu 2019 digelar.
"Pemilu sekalipun, itu koridornya jangan merusak ikatan bangsa. Anda boleh milih siapapun, tapi satu hal, jangan rusak ikatan kebangsaan. Rugi semua nanti," tegasnya.
Baca Juga: Jarang Terekspos, 5 Potret Lengketnya Ashanty dengan Ibu Mertua
Upaya menjaga keutuhan NKRI lanjut dia sangat penting. Semua langkah dan upaya bisa dilakukan, salah satunya di Apel Kebangsaan dengan sholawatan, mujahadah dan doa bersama.
"Semua harus dilakukan, agar bangsa ini selamat. Tidak ada dalil apapun yang membantah bahwa menjaga kebangsaan itu penting baik menurut konstitusi maupun secara agama. Maka dari itu, menjaga NKRI, UUD 45, Pancasila dan Merah Putih itu penting. Titik!," lantang Mahfud.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Geram Hastag #SlankMakanDuitRakyat, Kaka Slank: 'Pala Lo Peyang'
-
Apel Kebangsaan, Ganjar Berharap Tumbuhkan Toleransi
-
Emak-emak PKS Aksi Dekat Apel Kebangsaan, Minta Ribuan Massa Pilih Prabowo
-
Slankers Padati Apel Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah
-
Slank Sebar Virus Perdamaian di Acara Apel Kebangsaan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor