SuaraJawaTengah.id - Paska gelaran Pemilu 2019 pekan lalu, warga Jawa Tengah diminta untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar umat. Imbauan itu tersisip dalam khutbah salat Jumat yang dibawakan kotib Jumat, Tafsir di hadapan sekitar seribuan jamaah yang hadir di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat (26/4/2019).
Tafsir meminta umat Islam untuk menjaga kerukunan, dengan cermat mengecek kebenaran setiap menerima informasi. Paska pesta demokrasi, dia melihat saat ini masih banyak di media sosial maupun berita daring, berita bohong yang bisa mengancam persatuan.
''Sebagai sesama umat muslim juga jangan terpecah belah dengan berita yang belum tentu ke benarannya. Selain itu jangan cepat menyebarkan berita yang diterima, ini demi hubungan baik sesama muslim dan antar umat,'' kata Tafsir.
Jamaah shalat Jumat di MAJT juga berpartisipasi untuk mendoakan para pahlawan demokrasi yang meninggal usai bertugas di Pemilu 2019 kemarin dalam prosesi salat ghoib. Ulil Abshor AH bertindak sebagai imam shalat jumat dan shalat goib ini.
Pantauan Suara.com tidak ada pejabat Pemerintah Provinsi Jateng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng dalam pelaksanaan ibadah tersebut. Meski begitu, sebagain besar jamaah yang datang secara khusyuk ikut mendoakan pahlawan demokrasi usai dua prosesi ibadah itu dijalankan.
Warga Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Muhammad Ridwan (45) usai mengikuti shalat Jumat mengaku prihatin dengan kabar beberapa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa daerah menderita sakit bahkan meninggal usai menjalankan tugas. Dia berharap ke depan peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di pesta demokrasi di Indonesia.
''Menurut warga yang menjadi petugas KPPS di sekitar tempat saya tinggal, memang Pemilu 2019 sebelum digelar hingga saat pelaksanaan sangat menguras tenaga dan waktu. Mungkin karena ini pertama kali Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara bersamaan. Semoga kejadian yang saat ini terjadi kepada para petugas bisa menjadi evaluasi pemerintah,'' kata Ridwan.
Hal yang sama diungkapkan Warga Kauman Kota Pekalongan, Ahmad Rozikin (36) yang datang berwisata di Kota Semarang dan menyempatkan diri shalat Jumat di MAJT. Kejadian paska Pemilu 2019 juga dia harapkan tidak memecah belah masyarakat.
''Berbeda pilihan, berbeda pendapat, dan berbeda pandangan dalam Pemilu 2019 harusnya tidak dijadikan alasan untuk saling ejek. Pemilu bagi saya sebagai upaya menghadirkan pemimpin terpilih bagi bangsa. Banyak petugas yang sakit dan meninggal dalam mewujudkan pesta demokrasi yang baik. Untuk itu menjaga kerukunan adalah salah satu cara berterima kasih kepada mereka yang sudah mengorbankan tenaga hingga kesehatan demi suksesnya Pemilu 2019,'' ungkap Ahmad Rozikin.
Baca Juga: KPU Pusat Salat Gaib untuk Ratusan KPPS yang Meninggal
Kontributor : Muhamad Alfi Makhsun
Berita Terkait
-
Petugas KPPS Berguguran, Sri Mulyani Singgung Pentingnya Asuransi
-
KPPS Salah Input Data, Kepala Desa Keluhkan Kinerja KPU Sleman
-
KPU Pusat Salat Gaib untuk Ratusan KPPS yang Meninggal
-
Total 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Demokrat Sebut Tragedi Kemanusiaan
-
Terus Berguguran, Satu Anggota KPPS di Mojokerto Meninggal
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar
-
Pemkot Semarang Buka Pintu Sekolah Negeri untuk Anak Perantau dan Sediakan 6.000 Kursi Swasta Gratis
-
Sarif Abdillah Dorong Destinasi Wisata Jateng Perkuat Standar Keselamatan Wisatawan
-
BRI Hadirkan Registrasi BRImo Global, Tersedia di 15 Negara Sekaligus
-
Kisah Fikky Arif Warga Desa yang Jadi Miliarder: Dulu Ngelas Sendiri, Sekarang Punya 300 Karyawan