SuaraJawaTengah.id - Imbas dari penggusuran warga Kawasan Tambaklorok di RT 5 RW 16 Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas Semarang, pada Kamis (9/5/2019), warga terdampak menggelar protes dengan menggeruduk Balaikota Semarang, Minggu (12/4/2019) sore.
Mereka datang untuk bermediasi menuntut keadilan atas kesewenangan Satpol PP dan Pemkot Semarang yang tega menggusur rumah pada bulan puasa dan tanpa pemberitahuan.
Sebelumnya, usai penggusuran, akun sosial media milik Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mendapat protes dan hujan kritik ribuan warganet akibat penggusuran 97 kepala keluarga di Tambakrejo kawasan Tambaklorok tersebut.
Melihat fenomena sosial itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung turun tangan bermediasi. Ganjar menilai persoalan proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) yang tersambung dengan proyek buatan Jokowi, Kampung Nelayan Tambaklorok harus diatasi dengan kepala dingin dan solusi.
Warga korban tergusur meminta untuk tetap bisa menempati hunian sementara (huntara) di sekitar lokasi penggusuran. Keinginan warga dipenuhi Pemerintah Kota Semarang dan Pemrov Jateng dalam mediasi tersebut.
"Karena saya, BBWS, dan Pak Wali Kota ini punya kewajiban membereskan BKT, kita mau bicara kepentingan masyarakat yang lebih banyak lagi se Semarang, banjir," kata Ganjar di Balaikota Semarang, Minggu (12/5/2019).
Ganjar mengaku, sengaja tidak meninjau lokasi penggusuran Tambakrejo yang kadung geger dan memanas selama tiga hari terakhir ini.
Selama tiga hari itu, Ganjar justru lebih memilih berkeliling meninjau dan melihat lokasi rusunawa yang akan disiapkan sebagai tempat relokasi 97 kepala keluarga Tambakrejo tersebut. Dia meninjau Rusunawa di Kudu dan hunianTransito Tugu Semarang.
Cara itu menurut Ganjar, seperti apa yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat merelokasi hunian liar di ibu kota dengan baik dan tidak geger.
Baca Juga: Incognito Berbuah Manis, Jokowi Menang Telak di TPS Tambaklorok Semarang
"Kenapa saya tidak ke lokasi itu (Tambakrejo) tapi saya masuk ke rusunawa dulu. Agar ini kayak yang di Jakarta itu dulu, waktu Ahok mindahin itu, itu kan protes, tapi silakan, ki lho wes dadi wes apik (relokasinya)," jelas Ganjar.
Apa yang dilakukan Ganjar, hanya ingin membuktikan keseriusan pemerintah dan menunjukan jika hidup di huntara (hunian sementara) itu tidak mengenakan.
"Hidup di bedeng huntara itu tidak enak, tapi karena mereka yang meminta saya menghormati, turuti, dan bersepakat. Toh mereka juga rakyat kita, harus diurusi," ucap Ganjar.
Cara Ahok itu juga dilakukan Ganjar jauh hari, terutama soal komunikasi dan bersosialisasi kepada masyarakat bantaran sungai Banjir Kanal Timur. Dia bersepeda keliling bantaran sungai dan berbincang dengan warga.
"Ngobrol warga, edukasi legalitas kepemilikan tanah. Saya tanya, Bu warunge sinten? nggene pemerintah, berapa lama disini ? tiga tahun, kalau pemerintah meminta gimana ? ndak papa kok pemilik bukan saya. Komunikasi ini bagus harus kita teruskan, beberapa kelompok mau pindah akhirnya," bebernya.
Soal kesepakatan warga yang tetep ingin tinggal di huntara, Ganjar mengaku kesepakatan tersebut bisa menyamankan semua pihak.
Berita Terkait
-
Periksa Ganjar Pranowo, KPK Masih Telisik Anggaran Proyek e-KTP
-
Ganjar Pranowo dan Bupati Morowali Utara Dipanggil KPK Terkait Kasus e-KTP
-
Sebanyak 97 Rumah di Kanal Banjir Timur Semarang Digusur
-
Masih Ingat Masjid yang Tolak Prabowo di Semarang? Ternyata Ini Sejarahnya
-
Produksi Kurang, Ganjar Setuju Bawang Putih Impor Masuk Jateng
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026