SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 269 anggota Javanese Diaspora Network (JDN), sebuah jaringan warga keturunan Jawa di berbagai belahan dunia, melepas rindu dengan mengadakan kunjungan ke Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).
Selama berada di Kota Solo, mereka dijamu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan juga Institut Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS).
Dari ratusan peserta tersebut, salah satunya adalah Tumidjan. Pria yang kini berusia 55 tahun itu selama ini tinggal di Belanda. Tetapi, kakek dan nenek Tumidjan adalah orang Jawa yakni Purwokerto.
"Orang tua saya sudah tinggal di Belanda, tapi kakek dan nenek saya adalah orang Purwokerto," kata Tumidjan di sela kunjungannya ke Solo.
Tumidjan mengaku begitu bahagia bisa berkunjung ke tanah nenek moyangnya. Kunjungan ini menjadi yang pertama dirinya menginjakkan kaki di Kota Bengawan.
"Saya sudah dua kali ini ikut kunjungan diaspora. Pertama di Jogjakarta, dan yang kedua di Solo ini. Ya cukup bahagia karena bisa melihat tanah leluhur," ucapnya.
Selama hidup di Belanda, Tumidjan berprofesi sebagai seorang penyiar radio di Brabantse Kumpul. Tetapi, radio tempat dia bekerja bukanlah radio yang berbahasa Belanda. Melainkan, radio khusus komunitas berbahasa Jawa di Belanda dan Suriname.
"Saya disana bekerja sebagai penyiar radio khusus bahasa Jawa dan Suriname. Radio ya komunitas bahasa Jawa," ujar Tumidjan.
Tumidjan menambahkan, selama ini dia biasa siaran Pukul 07.00 sampai pukul 08.00 waktu Belanda. Dan bagi yang ingin mendengarkan dirinya siaran bisa mendengarkan secara streaming.
Baca Juga: Cara Diaspora Indonesia di St Petersburg Rayakan Sumpah Pemuda
"Banyak yang menyukai lagu Campursari. Dan salah satu lagu favorit yang banyak didengarkan adalah lagu dari Didi Kempot. Banyak yang suka disana," ucapnya.
Seorang diaspora keturunan Jawa lainnya yang selama ini tinggal di Malaysia, Nawawi mengatakan bahwa orang tuanya berasal dari Purworejo, Jawa Tengah.
"Di kampung yang saya tinggali sekarang 99 persen adalah orang Jawa. Dan mereka juga suka mendengarkan lagu-lagu Jawa. Selain itu tradisi Jawa seperti kenduri juga masih ada," katanya.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
-
Cara Diaspora Indonesia di St Petersburg Rayakan Sumpah Pemuda
-
Diaspora Indonesia di Luar Negeri Penting Untuk Genjot Ekonomi
-
Jokowi Minta Diaspora Bawa Investor Masuk ke Indonesia
-
Berdedikasi Tinggi, Jokowi Dapat Penghargaan dari Diaspora Global
-
Buka Kongres Diaspora, Obama Sebut Indonesia Bagian Dirinya
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Soroti Krisis Kepercayaan, Yoyok Sukawi Desak PSSI Transparan Soal Isu Penundaan Kongres
-
Polda Jateng Selidiki Kematian Dugaan Bunuh Diri Taruna Akpol: Baru Ikuti Pembukaan Pendidikan
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Rakyat