Namun demikian, terkait potensi bencana tetap penting disikapi dengan waspada, namun tetap tenang.
“Tetap waspada, jangan panik, karena memang kita berada di daerah yang rawan gempa, yang kejadianya tidak bisa diprediksikan,” kata Teguh.
Penting bagi masyarakat untuk mengikuti petunjuk yang sudah disosialisasikan oleh Pemkab Cilacap.
“Bila ada informasi gempa yang berpotensi tsunami, cepat melakukan tidakan evakuasi,” kata Teguh.
Dalam proses evakuasi hingga mengamankan diri, bisa mencari tempat yang paling dipandang aman. Selama ini, daerah Tunggul Wulung, Cilacap yang merupakan dataran tinggi, banyak dipilih warga untuk mengamankan diri, bila gempa terjadi di wilayah tersebut.
“Sebenarnya tidak harus ke Tunggul Wulung, tapi bisa evakuasi vertikal ke gedung-gedung tinggi yang lebih dari 2 lantai. Tentu saja gedung hang kuat atau tahan gempa,” kata dia.
Lebih dari itu, sebagai makhluk beragama, penting bagi masyarakat untuk memanjatkan doa supaya ancaman itu tidak terjadi. “Mari kita berdoa agar Cilacap tetap aman tidak ada bencana apapun,” imbau Teguh.
Sebelumnya, Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyatakan selatan pesisir Pulau Jawa berpotensi diguncang gempa bumi 8,8 skala richter.
Gempa itu bisa menumulkan tsunami dahsyat. Tsunami itu bisa sampai setinggi 20 meter. Sebab ada segmen-segmen megathrust di sepanjang selatan Jawa.
Baca Juga: Ada Prediksi Gempa dan Tsunami, Begini Tanggapan Warga Cilacap
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama