SuaraJawaTengah.id - Saminah, nenek berusia 70 tahun yang berprofesi sebagai penjual kerupuk kulit di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, setelah tertipu oleh pembeli pemakai uang mainan.
Pembeli gadungan membayar memakai uang mainan yang mirip dengan lembaran uang Rp 100 ribu. Tragis, karena Saminah adalah pedagang yang selain lansia, juga menderita stroke sehingga harus berjualan menggunakan kursi roda.
Saminah adalah warga Desa Sanggrahan RT3/RW4, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/7/2019), Saminah masih terlihat bingung.
Ia sepertinya tidak terbiasa dengan tamu yang datang ke rumahnya. Setelah memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan, barulah Saminah menceritakan kronologi dirinya tertipu uang mainan.
Saminah mengatakan, kejadian terjadi di kawasan Purbayan, Baki. Sekitar pukul 09.30 WIB tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik.
"Orangnya mau beli kerupuk. Pertama tanya harga kerupuk, saya jawab Rp 10 ribu per bungkus. Setelah itu, dia meminta agar saya menyiapkan uang kembalian Rp 90 ribu karena uangnya Rp 10 ribu," ucap Saminah.
Nenek yang sudah berjualan kerupuk kulit sejak 2017 itu, tidak berpikiran pembeli tersebut akan menipunya. Setelah sebungkus kerupuk kulit diberikan, pembeli itu memberikan uang Rp 100 ribu.
"Tetapi uangnya diuntel-untel (dilipat-lipat), setelah itu dia pergi. Setelah saya buka uangnya palsu," kata dia.
Saminah tidak lantas membuang uang tersebut. Ia masih menyimpannya dan membawa pulang.
Baca Juga: Demi Tipu Emak-emak, Trio Penghipnotis Beli Uang Mainan
Saminah juga masih mengingat ciri-ciri orang yang menipunya itu. Saminah memerinci, orangnya berperawakan tinggi besar, berambut bergelombang.
Saat membeli kerupuk ia mengenakan kaos, bercelana pendek dan mengenakan topi. Sedangkan sepeda motornya berkelir biru putih.
"Kalau orangnya saya sering melihat, di daerah Purbayan. Tapi tidak pernah membeli kerupuk. Baru sekali itu saja membeli dan ternyata pakai uang mainan," ucapnya.
Kekecewaan jelas dirasakan Saminah. Tetapi, dirinya tidak mau terus dalam kekecewaan. Saminah mengaku sudah ikhlas dengan kejadian tersebut.
"Mungkin bukan rezeki. Kalau dipikir berat nanti malah jadi penyakit," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, menantu Saminah, Suparni menceritakan, mertuanya tersebut rutin berjualan kerupuk kulit setiap hari. Biasanya mulai berjualan pukul 06.00 WIBsampai pukul 14.00 WIB.
Berita Terkait
-
Tersangka Kasus Baru, Pablo Benua Diduga Gelapkan 32 Mobil
-
Peran Nakir, Rekan Sukmawati yang Ikut Tipu Bos Tempo
-
Berawal Pura-pura Jadi Teman Kuliah, Sukmawati Peras Dirut Tempo
-
Modal Kardus dan Kembang 7 Rupa, Guru SD Dibikin Kere Kiai Gadungan
-
Ngaku Banyak Kenalan di KPK, Akhi Kuras Duit Mantan Pejabat Kota Solok
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin
-
Transaksi Qlola by BRI Tumbuh 32%, Layanan Mobile Makin Terintegrasi
-
Kalah Pamor dari Rokok Kretek, Perajin Berjuang Hidupkan Kembali Batik Kudus
-
Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online
-
Awas Musim Hujan Ekstrem! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemda Ngebut Perbaiki Infrastruktur