SuaraJawaTengah.id - Jelang Idul Adha, jasa salon kambing di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kebanjiran order untuk membuat penampilan kambing yang bakal menjadi hewan kurban lebih gagah. Jasa salon kambing yang mengubah binatang tersebut dilihat lebih gagah dipercayai bakal menaikan minat pembeli dan harga jual.
Satu di antara penyedia jasa salon kambing di kompleks Pasar Kambing Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap adalah milik Ahmad Seiko Minarjo (60). Pada Minggu (28/7/2019) ini, Ahmad mengaku kewalahan memenuhi permintaan pelanggan.
Dari pantuan Suara.com, sejak pagi, sudah ada puluhan penjual kambing yang mengantre untuk mendapatkan jasanya. Antrean itu bahkan semakin banyak hingga siang ini.
“Dalam sehari, sampai siang ini baru bisa melayani jasa perawatan kambing sekitar 20 ekor. Padahal antrean masih banyak,” kata Minarjo kepada Suara.com.
Pengalaman pada hari pasaran sebelumnya, Minarjo hanya bisa melayani perawatan 30 ekor, dari 50 ekor kambing jantan yang mengantre.
“Sebagian kambing yang disalon hari ini juga sisa pasaran kemarin,” kata Minarjo.
Jasa perawatan salon kambing cukup beragam, mulai perawatan tanduk, bulu sampai kuku. Untuk jasa itu, dibanderol tarif Rp 30.000 per ekor.
Minarjo juga melayani jasa perawatan spesial. Selain perawatan tanduk dan kuku, bulu kambing akan dicukut, creambath sampai dimandikan. Untuk jasa special itu tarifnya berkisar Rp 100.000 per ekor.
Minarjo bukan satu-satunya orang yang membuka jasa salon kambing di pasar kambing terbesar di Kabupaten Cilacap tersebut. Sebagaimana pemantauan, sedikitnya ada tiga orang yang aktif membuka jasa itu.
Baca Juga: Pemkot Jakpus dan DKPKP Cari Lahan untuk Pedagang Hewan Kurban
Hanya, jasa Minarjo tergolong paling diminati dan itu sebanding dengan kepiawaiannya. Apalagi usaha tersebut sudah dijalaninya belasan tahun.
“Dulu mendapatkan bekal dari pelatihan di wilayah Kaligesing, Wonosobo. Jadi alhamdulillah, sampai saat ini dapat kepercayaan tinggi dari pedagang, baik di pasar-pasar maupun di rumah,” kata warga Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap tersebut.
Sementara itu, penjual kambing di Pasar Desa Karangpucung, Khadirun mengatakan, penjualan kambing yang sudah disalon perapihan tanduk mampu mendongkrak nilai jual hingga berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per ekor.
Dia menyontohkan harga jual kambing jantan Jawa Randu di Pasar Kambing Desa Karangpucung yang untuk saat ini berkisar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta.
“Kalau untuk bandotan (kambing jantan) yang standar lagi Rp 2 juta, kalau sudah disalon perapihan tanduk bisa laku jadi Rp 2,1 – Rp 2,3 juta,” kata Khadirun kepada Suara.com, Minggu (28/7/2019).
Hanya, peningkatan harga jual itu bergantung kepada masing-masing penjual, berikut karakteristik pembelinya. Jika penjual kambing pandai meyakinkan, maka peningkatan harga jual akan lebih maksimal.
Berita Terkait
-
Pemkot Jakpus dan DKPKP Cari Lahan untuk Pedagang Hewan Kurban
-
Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban Mulai Ramai Bertebaran
-
Kebijakan Ahok yang Dicibir soal Hewan Kurban Kini Diterapkan Anies
-
Salut, 7 Bocah di Bogor Patungan Beli Sapi Kurban
-
Pemulung Beli Kambing Buat Kurban, Bayar Lunas Pakai Uang Receh
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama