SuaraJawaTengah.id - Kisah hidup seorang warga Boyolali, Jawa Tengah, yang bernama Teguh Waluyo sempat viral di media sosial (medsos). Nasibnya begitu menyedihkan hingga membuat banyak orang terketuk untuk memberikan bantuan.
Kisah itu bermula ketika ayah Teguh, Munatah, meninggal sekitar empat tahun lalu karena sakit yang dideritanya. Pun kemudian sang ibu, Mulyati, memutuskan pergi ke Jakarta meninggalkan Teguh (21) bersama kedua adiknya, Indah Puspitasari (18) dan Dedi Prasetiyo (16), demi bersama suami barunya pada puasa lalu.
Ketiadaan kedua orang tua itu membuat Teguh sekuat tenaga harus menghidupi kedua adiknya bertahan hidup di Kampung Ngepreh, RT 5 RW 3 Kelurahan Kepoh, Sambi, Boyolali.
Di tengah keputusasaan itu, pihak desa pun bermurah hati dengan berusaha meringankan beban mereka, memberikan bantuan berupa beras dan telur. Dengan bantuan itu, Teguh dan kedua adiknya setidaknya bisa tetap makan, walaupun hanya sekali dalam sehari.
"Sebulan sekali dapat bantuan beras 10 kilo(gram) dari desa, kemudian ada juga telur. Kadang warga sekitar juga memberikan bantuan. Ini sudah cukup bersyukur, bisa makan sehari sekali saja sangat senang," kata Teguh saat ditemui Suara.com di rumahnya, Kamis (8/8/2019).
Teguh pun tidak bisa berbuat banyak atau sekadar untuk mencari pekerjaan. Lantaran, ijazah SMK belum bisa diambilnya karena terkendala tunggakan pembayaran sekolah.
"(Total) tunggakannya sebesar Rp 4,5 juta. Tapi, pihak sekolah sudah memberikan keringanan Rp 2 juta, jadi kurang Rp 2,5 juta. Tapi saya tidak ada (uang), jadi belum bisa mengambilnya," kata Teguh lirih.
Seandainya ijazah itu bisa diambil, Teguh ingin sekali bekerja sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya selama pendidikan yakni penjualan. Tetapi, sepertinya dia harus lebih bersabar menunggu ada yang membantunya.
"Sebenarnya kemarin sudah ada yang ingin membantu untuk mengambilkan ijazah tapi belum tahu. Ya inginnya bisa bekerja di penjualan," katanya.
Baca Juga: Hina Orang Miskin, Selebtweet #tas20juta Langsung Disentil Ditjen Pajak
Jika lagi beruntung, Teguh mendapatkan pekerjaan serabutan. Dari hasil kerja serabutan itu, Teguh mengakui hanya bisa memberikan uang saku ala kadarnya untuk kedua adiknya.
"Ya kalau pas ada pekerjaan, seperti bangunan, angkat-angkat, bertani itu dapat uang. Kalau tidak ada ya, tidak ada uang," katanya.
Sementara, untuk biaya adiknya Dedi, Teguh mengatakan ada saudara yang membantunya. Sejak kisah hidupnya viral, Teguh mengaku sudah banyak yang datang memberikan bantuan. Mulai dari makanan, uang dan juga keperluan lainnya.
Salah seorang tetangga Teguh, Lanjar (50) mengatakan selama ini banyak tetangga yang terus membantu kebutuhan Teguh dan adik-adiknya.
"Juga banyak yang datang untuk memberikan bantuan. Kalau ada warga yang butuh tenaga untuk bongkar-bongkar atau apa gitu juga kadang memanggil teguh," katanya.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ancaman PMK Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban
-
BRI Pro Ekonomi Kerakyatan, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Nasabah Pinjaman
-
80% Desa di Indonesia Telah Terjangkau BRILink Agen
-
Detik-detik Penangkapan Kiai Cabul Pati, Tak Berkutik saat Sembunyi di Wonogiri
-
Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri