SuaraJawaTengah.id - Kadang usia memang bukan menjadi penentu layak atau tidaknya seseorang menjadi pemimpin sebuah desa. Seperti halnya Sopa. Meski usianya baru 26 tahun, banyak orang yang tak menyangka, jika dirinya mampu mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh lebih tua dari dirinya saat pilkades di desanya.
Sopa merupakan Kades termuda di Kabupaten Boyolali. Tepatnya, di Desa Lemah Ireng, Wonosegoro, Boyolali. Suami dari Istiowati ini mampu mengalahkan tiga lawannya dalam Pilkades yang digelar serentak beberapa waktu laku.
Lawan yang dihadapi Sopa pun tidak sembarangan. Bahkan ada calon petahana. Tetapi, hal itu tidak lantas membuatnya gentar. Meski tidak punya banyak pengalaman dalam pemerintahan, Sopa begitu yakin bisa mengalahkan lawan-lawannya.
Putra dari pasangan Ngadiman (53) dan Musrika (50) itu mengatakan, ada strategi tersendiri yang dipilihnya untuk menjaring suara. Yakni dengan menggunakan media sosial.
"Saya merangkul para pemuda yang ada di desa. Melalui media sosial, facebook saya ingin mendekatkan dengan warga masyarakat," ungkapnya.
Strategi Sopa memang cukup sederhana. Tetapi, hasil yang didapatkannya sungguh luar biasa. Dari 2.400 suara, dirinya mampu mendapatkan 973 suara. Sopa pun mampu mengalahkan perolehan suara dari kontestan lainnya.
"Kalau untuk modal pencalonan, saya terbilang yang paling kecil. Bahkan separuh dari yang lain. Tapi saya memanfaatkan media yang ada. Kalau pemuda bisa dirangkul, mereka juga bisa mengarahkan orang tuanya," ucapnya.
Dengan keyakinan tersebut, pria kelahiran 18 Oktober 1993 itu akhirnya bisa menjadi pemimpin di desanya. Sopa mengatakan, dirinya memang sangat berkeinginan bisa menjadi kepala desa. Untuk modalnya, Sopa pernah bekerja menjadi buruh di luar Boyolali, yakni di Karawang.
"Setahun sebelum Pilkades, saya pulang dan terus melakukan pendekatan ke masyarakat. Saya memang bercita-cita ingin menjadi kepala desa," kata Sopa.
Baca Juga: Viral Visi-Misi Calon Kades Istri Solehah, Suja'i: Kemampuannya Seperti Itu
Sopa berjanji, dengan kepercayaan dari masyarakat dirinya akan mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut membangun desanya. Menurutnya, masih banyak potensi yang belum digarap secara maksimal.
"Seperti potensi peternakan, ayam petelur, tambang pasir. Nanti akan saya kembangkan untuk membangun desa," alumni SMK 1 Kemusu tersebut.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian