SuaraJawaTengah.id - Novi Fransiska Aditama (26), pegawai kelab malam menjalani pemeriksaan di Mapolres Malang Kota terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan atasan di tempat kerjanya. Novi pun mengalami tulang retak di bagian tangan kirinya akibat dipukul bosnya dengan palu.
Dalam pemeriksaan ini, Novi didampingi pengacaranya bernama Bakti Riza Hidayat.
Menurut Bakti, aksi penganiayaan dengan cara menghantam jari tangan kiri korban dengan palu hingga remuk sangat tak manusiawi. Bahkan, Riza berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Novi dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Ada kekerasan yang bagi kami tidak manusiawi. Dia dipukul hingga 5 kali. Dan bukti visum tangannya juga retak," kata Bakti kepada awak media di Mapolres Malang Kota.
Bakti melanjutkan, agenda pemeriksaan kali ini pihaknya turut membawa dua orang saksi.
"Sebenarnya ada tiga saksi, mereka yang melihat kejadian penganiayaan. Teman kerjanya (korban)," katanya.
Ia menyakini, dalam waktu dekat polisi telah menetapkan status tersangka kepada terlapor berinisial J (40). Sebab seluruh alat bukti telah lengkap.
"Saksi ada, hasil visum ada, keterangan korban ada. Harapannya proses hukum sudah bisa dilakukan dan kami minta penyidik (polisi) juga profesional," katanya.
Diketahui, Novi diduga menjadi korban penganiayaan, bos kelab malam di Kota Malang Jawa Timur, tempatnya bekerja. Dalam aksi penganiayaan yang terjadi pada Jumat (2/8/2019) lalu. J menghatamkan palu ke jari tangan kiri korban sebanyak lima kali hingga remuk.
Baca Juga: Nekat Aniaya Pensiunan TNI, Ini yang Terjadi pada Guntur
Korban disebut telah menjual minuman keras tanpa seizin terlapor. Merasa tak bersalah, korban membantah tudingan majikannya tersebut hingga membuat murka berunjung pada aksi penganiayaan.
Kontributor : Aziz Ramadani
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang