- Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, pada 28 April 2026.
- Tersangka menghilang dari kediamannya dan terakhir kali terlihat oleh warga di kawasan Colo, Kabupaten Kudus, awal pekan ini.
- Polresta Pati kini memburu Ashari dan mengultimatum akan melakukan upaya paksa karena tersangka terus mangkir dari proses pemeriksaan hukum.
SuaraJawaTengah.id - Tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Kiai Ashari, kini bak raib ditelan bumi. Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian pada 28 April 2026, keberadaan sosok kontroversial tersebut menjadi misteri.
Dugaan kuat bahwa sang kiai cabul telah melarikan diri ke luar kota semakin menguat berdasarkan kesaksian warga dan temuan di lapangan. Kondisi Ponpes Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, kini sunyi senyap. Tidak ada lagi aktivitas pembelajaran santri maupun kegiatan lainnya.
Perwakilan pemuda Desa Tlogosari, Ahmad Nawawi, mengonfirmasi bahwa Ashari sudah tidak terlihat di lingkungan pesantren maupun kediamannya sejak sekitar dua
bulan lalu.
"Untuk tersangka sudah lama tidak ada di sekitar pesantren, kabarnya kabur," ungkap Nawawi kepada Suara.com, Selasa (5/5/2026).
Namun, sebuah petunjuk penting mengenai jejak pelarian Ashari muncul dari informasi warga.
Nawawi membeberkan bahwa Ashari sempat terendus keberadaannya di kabupaten tetangga, yakni Kudus, pada awal pekan ini.
Saksi mata melihat Ashari tengah melakukan aktivitas spiritual rutinnya di kawasan Colo, Kecamatan Dawe.
"Pada malam Senin terlihat (Ashari) di Rejenu, Colo, Kudus karena yang bersangkutan setiap malam Senin mengadakan acara di sana. Ada warga yang melihat
di sana," tutur Nawawi.
Sayangnya, setelah penampakan terakhir tersebut, jejak Ashari kembali gelap dan belum diketahui rimbanya hingga saat ini.
Baca Juga: Tragis! Karnaval Sound Horeg di Pati Makan Korban Jiwa, Ini 5 Fakta yang Terungkap
Warga khawatir pelaku akan kembali mengulangi perbuatan bejatnya di tempat lain jika tidak segera ditangkap.
Pihak kepolisian sendiri tampaknya kecolongan dengan langkah seribu sang kiai.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pati, Kompol Dika Hadian, mengakui bahwa tersangka belum ditahan karena belum memenuhi panggilan
pemeriksaan.
Awalnya polisi masih menunggu itikad baik tersangka dengan alasan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan HAM.
Namun, sikap tak kooperatif Ashari yang memilih menghilang memaksa polisi untuk mengubah strategi.
Hingga Selasa siang, saat dihubungi, Kompol Dika Hadian mengonfirmasi bahwa Ashari belum juga menampakkan batang hidungnya di Mapolresta Pati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!
-
Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk
-
Posyandu Matahari Hadir di Sleman, BRI Peduli Dorong Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak
-
Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Perampokan Pembunuhan Bos Konter HP Royal Phone Ambarawa
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa