SuaraJawaTengah.id - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Syahrul Mubarok (22) yang saat wisuda diwakilkan kedua orang tuanya, Sarifudin (48) dan Sri Nuryati Jamil (46) ternyata mempunyai tiga keinginan sebelum meninggal. Keinginan tersebut ditulisnya dalam sebuah buku harian.
Keinginan tersebut, yakni membelikan sang ayah sebuah handphone, membelikan sepeda motor dan memberangkatkan kedua orang tuanya berangkat berhaji.
Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh ibunda almarhum Sri saat ditemui Suara.com di rumahnya di Krendowahono RT 01 RW 03, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (8/10/2019).
Saat Suara.com tiba di rumah almarhum, ayah Syahrul Sarifudin tengah menggunting kain di ruang tamu. Selama ini kedua orang tuanya memang berprofesi sebagai seorang penjahit.
Di ruang tamu ada sedikitnya tiga mesin jahit. Kemudian terlihat pula samir wisuda dengan tulisan nama Syahrul Mubarok S.H. Di sampingnya ada samir serupa dengan tulisan cumlaude. Setelah mempersilakan masuk, Sri pun mulai membuka cerita mengenai anak sulungnya.
Sri menyampaikan, sebelum meninggal Syahrul memang sempat beberapa kali masuk ke rumah sakit. Bahkan Syahrul sempat menjalani operasi. Tetapi, usai dioperasi kembali tumbuh.
"Di lehernya itu ada benjolan, kalau kecapaian itu muncul tapi kadang hilang. Tapi dia tidak pernah menceritakan kondisinya kepada saya maupun ayahnya. Padahal saya beberapa kali menanyakannya. Kata dokter yang menangani itu tidak berbahaya," terang Sri.
Sri mengira, kondisi Syahrul semakin buruk usai mengurusi Pemilu 17 April lalu. Waktu itu, Syahrul menjadi Petugas Pemungutan Suara (PPS) di desanya. Selama penyelenggaraan itu, Syahrul juga sering lembur sampai pagi.
"Ditambah lagi dia juga sibuk mengurusi skripsinya. Mungkin karena pikiran atau gimana, tapi dia berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat empat tahun dengan nilai terbaik yakni IPK 3,70," kata Sri.
Usai menjalani ujian pendadaran, lanjut Sri anaknya masuk ke rumah sakit. Dan meninggal pada 30 Juli. Almarhum meninggal saat menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi, Jebres.
Baca Juga: Gantikan Wisuda Anaknya yang Wafat, Sarifuddin Tak Kuasa Menahan Air Mata
"Usai meninggal, kami baru tahu jika almarhum ini mempunyai sejumlah keinginan. Di antaranya ingin membelikan ayahnya handphone, membelikan sepeda motor dan memberangkatkan haji. Tapi belum satu pun ada yang kesampaian," tandas Sri.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal