SuaraJawaTengah.id - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penggeledahan di dua rumah terduga teroris di Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (16/10/2019. Dua rumah tersebut terletak di Gang Murai RT 02/RW 22 dan gang Manggis RT 04/RW 21.
Dari penggeledahan itu, Densus mengamankan sejumlah barang milik terduga teroris AS dan CH. Diantaranya adalah buku tentang terorisme dan paham radikal.
Ketua RT 2 RW 22 Trikasyanto (53) mengatakan, rumah yang digeledah tersebut merupakan milik almarhum Ngaliman. Kemudian, rumah tersebut ditempati anaknya bernama Danang.
"AS itu hanya numpang di sini dan belum lama. Dia tinggal di rumah itu setelah Lebaran kemarin. AS aslinya dari Kauman," kata Tri kepada Suara.com saat ditemui di rumahnya.
Tri menambahkan, yang menumpang di rumah Danang tidak hanya AS, tetapi juga kakaknya. Tetapi, kakak AS tidak ikut ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
"Penggeledahan dilakukan mulai Pukul 10.30 WIB. Ada sejumlah buku yang ikut diamankan dalam penggeledahan itu," tuturnya.
Selama ini, tambah Tri, AS merupakan seorang difabel. Kondisinya bungkuk dan berprofesi tidak tetap alias serabutan.
"Dia hidup sebatang kara, selama ini kerja serabutan. Dia biasanya berangkat pagi. Sosoknya juga tertutup, sangat jarang bersosialisasi dengan warga," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cemani Hadi Adrianto mengatakan, saat dilakukan penggeledahan dirinya diminta untuk menyaksikannya. Dari penggeledahan itu, Densus mengamankan sejumlah buku dari dua rumah terduga teroris.
Baca Juga: Terduga Teroris di Cijagra Driver Ojol, Densus Lakukan Penggeledahan
"Dua terduga teroris ini berkaitan dengan kasus bom bunuh diri di Kartasura. Dan satu lagi dimana saya lupa. Tadi pas penggeledahan juga ditemukan sejumlah buku berisi paham radikal," katanya.
Tetapi, untuk jumlah buku yang diamankan oleh Densus, Hadi mengaku tidak begitu tahu jumlahnya. Hadi hanya ingat jika buku tersebut berisi tentang paham radikal.
"Ada beberapa buku yang diamankan, baik dari rumah AS dan juga KH (sebelumnya ditulis CH). Buku itu berisi ajaran tentang terorisme, dari Irak dan Suriah. Dan juga buku jihad," katanya.
Selain itu, lanjut Hadi juga ditemukan sebuah pamflet yang berisi tentang tagut. Dia juga menyampaikan sosok CH dikenal sebagai sosok tertutup yang jarang bersosialisasi.
"Pernah diminta untuk hadir dalam pertemuan dengan warga juga tidak pernah datang. Orangnya tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga," katanya.
Dua terduga teroris yang tinggal di daerah Cemani, Grogol, Sukoharjo diduga terkait dengan bom bunuh diri di Kartasura, Sukoharjo. Hal ini diketahui saat dilakukan penggeledahan di rumah dua terduga teroris di Cemani, Rahu (16/10/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026