SuaraJawaTengah.id - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengganti mobil dinas yang digunakan setiap hari dengan Jeep Wrangler Rubicon pada Desember ini. Mobil dinas senilai Rp 1,989 miliar tersebut dibeli menggunakan APBD Perubahan 2019.
Plt Kepala Badan Keuangan (BKD) Kabupaten Karanganyar, Narimo seperti dikutip dari Solopos.com--jaringan--Suara.com, Jumat (6/12/2019) menyampaikan, rencana penggantian mobil dinas bupati sudah bergulir sejak 2018 silam. Namun, lantaran proses lelang yang empat kali gagal, rencana itu baru terealisasi pada akhir 2019.
"Sebenarnya sudah sejak tahun 2018. Tapi lelang gagal, lelang lagi, gagal lagi. Kemudian di tahun 2019 dilakukan lelang lagi menggunakan APBD Perubahan 2019. Sempat gagal lagi, lalu terakhir lelang cepat ada pemenangnya. Baru Senin kemarin," katanya.
Narimo juga menjelaskan uang yang dianggarkan Pemkab Karanganyar untuk membeli Jeep Wrangler Rubicon tersebut sebesar Rp 1,989 miliar.
Meskipun bernilai besar, menurutnya, spesifikasi mobil dinas untuk Bupati Karanganyar tidak melanggar aturan. Pasalnya, Jeep Wrangler Rubicon yang dibeli berkapasitas 2.000 cc.
"Mobilnya kan tidak menyalahi aturan karena maksimal untuk mobil dinas bupati itu 2.500 cc. Ini yang dibeli juga cc yang kecil. Jadi masih di bawah ketentuan aturan. Rencananya mobil itu paling lambat datang 27 Desember ini,” jelas dia.
Terkait alasan pemilihan Jeep Wrangler Rubicon, Narimo menuturkan kontur geografis Kabupaten Karanganyar yang banyak di kawasan lereng gunung menjadi alasan utama.
Menurutnya, mobil berjenis jeep sangat cocok untuk menunjang kinerja bupati ketika akan menuju lokasi desa-desa di pegunungan.
"Kalau mobilnya kan Jeep. Itu cocok untuk geografis di Karanganyar. Saya rasa itu alasannya. Di sini kan banyak pegunungan dan terjal,” katanya.
Baca Juga: Insiden Sidoarjo, Saksi: Sopir Elf Mau Bawa Kabur Mobil Dinas TNI
Kepala Unit Lelang Pengadaan (ULP) Karanganyar, Dwi Cahyono, menjelaskan kegagalan lelang pada 2018 disebabkan beberapa syarat yang tidak terpenuhi.
Dalam pelelangan, dicantumkan senilai Rp2,1 miliar dan disepakati pemenang lelang dengan nilai Rp1,989 miliar.
"Untuk pemenang lelangnya perusahaannya apa saya lupa, tapi itu dari Jakarta. Kami memenangkan lelang dengan harga terendah. Memang sebelumnya ada kegagalan empat kali tapi kemudian terakhir lelang cepat dan ada pemenangnya," kata dia.
Berita Terkait
-
Wanita Terduga Teroris Dibekuk di Dekat Rumah Pribadi Bupati Karanganyar
-
Bupati Karanganyar Wacanakan Pemekaran Wilayah Menjadi Provinsi Soloraya
-
Polisi: Pengemudi Jeep Rubicon yang Masuk Arena Lomba Lari Tak Bisa Ngerem
-
Seruduk Wanita di Acara Lomba Lari, Sopir Rubicon Tak Ditahan
-
Pengemudi Resmi Jadi Tersangka, Jeep Rubicon Turut Disita
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter