SuaraJawaTengah.id - Berita hilangnya Mafruf Romadhon (13), Warga Desa Prigi RT 1/5 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara pada Jumat (31/1/2020) lalu sempat mencuri perhatian warga.
Menurut keterangan yang dihimpun Kontributor Suara.com dari warga, Mafruf sempat pergi dari rumahnya menuju kebun untuk mencari durian.
Namun sampai petang tiba, Mafruf tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga mulai mencemaskan keadaannya. Akhirnya pihak keluarga dibantu warga, mencari keberadaan anak itu di tempat-tempat atau kebun yang diduga dilewati korban.
Selain itu, upaya pencarian Mafruf juga dilakukan di dunia maya dengan menyebarkan informasi melalui jejaring media sosial (medsos).
Kapolsek Sigaluh AKP Priyo Jatmiko mengatakan, Mafruf sempat bertemu dengan BL (34), tetangga korban sebelum pergi ke kebun.
Ketika pencarian dilakukan pada Senin (3/1/2020) malam, warga mencium aroma busuk di sebuah kebun milik nenek BL. Bau itu mengarah pada timbunan sampah organik atau rerumputan di ladang itu. Penasaran dengan sumber bau tersebut, warga kemudian menyingkirkan sampah tersebut hingga menemukan sesosok mayat dalam posisi tengkurap.
Saat menemukan ada jasad tersebut, warga kemudian langsung memastikan, jika mayat yang masih mengenakan celana coklat itu adalah Mafruf.
"Dimungkinkan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan,"katanya
Karena ada kejanggalan terkait kematian Mafruf. Jasad korban diotopsi di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Dari hasil autopsi, ditemukan dua luka sayat di leher korban.
Baca Juga: Jasad Anak Ditemukan di Tumpukan Sampah, Diduga Korban Pembunuhan
Korban diduga meninggal akibat cekikan di leher. Meski begitu, terkait pelaku yang membunuh dan motifnya, hingga saat ini masih diselidiki polisi.
Namun, polisi dari awal ternyata sudah mencurigai BL, pria yang terakhir bertemu dengan korban. Lokasi penemuan korban juga berada di kebun milik keluarga BL. Apalagi, pemuda tersebut memelihara lebah madu yang menjadi bagian dari usahanya di kebun tersebut.
Kecurigaan tersebut menguat karena terduga pelaku itu mendadak pergi ke luar kota, sehari setelah korban dinyatakan hilang, Sabtu (1/2/2020). Padahal di saat yang sama, warga sibuk mencari keberadaan korban yang notabene tetangga dekatnya. Rumah korban dan BL berhadapan, hanya terpisah jalan.
"Dia sempat pergi katanya ke luar kota setelah kejadian itu," katanya.
Namun polisi tidak perlu susah payah mengejar terduga pelaku. Di hari kedatangan jenazah dari RSUD Purwokerto, BL pulang ke rumahnya. Ia bahkan ikut terlihat di area rumah korban yang mulai diramaikan pelayat.
Saat itu pula, polisi segera mengamankan BL dan membawanya ke Polsek Sigaluh untuk menghindari hal-hal tak diinginkan karena kemarahan warga atau keluarga korban.
Berita Terkait
-
Kasus Lama Akseyna Diselidiki Lagi, Polri: Itu Wajar Dilakukan
-
Jasad Anak Ditemukan di Tumpukan Sampah, Diduga Korban Pembunuhan
-
Kasus Pembunuhan Akseyna Dibuka Lagi, Ayah: Semoga Ada Titik Terang
-
Murka Disebut Pemalas, Suami Tebas Leher Istri hingga Nyaris Putus
-
Ditusuk di Bagian Vital, Pegawai Koperasi Dibunuh Rekan Sehabis Adu Mulut
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!