SuaraJawaTengah.id - Kasus jual beli jabatan mantan Bupati Kudus MH Tamzil satu demi satu mulai terungkap. Kali ini mantan staf Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus Muhammad Mulyanto mengaku diperintah untuk menarik uang syukuran kepada lima ASN setelah naik jabatan, oleh mantan staf khusus Bupati Kudus Agoes Soeranto.
Ia mengatakan, dari kelima ASN yang baru naik jabatan terkumpul uang syukuran sebanyak Rp 125 juta. Bahkan, Plt Kepala Dinas PUPR Heru Subiyanto pernah mendapatkan tekanan oleh Agors Soeranto untuk iuran syukuran.
"Bahkan tekanan juga didapatkan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Heru Subiyanto oleh Agoes Soeranto agar ikut iuran," jelasnya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Kota Semarang pada Senin (17/2/2020).
Ia mengatakan, beberapa ASN yang mendapatkan promosi jabatan di antaranya yaitu, Apriliana dilantik menjadi Kabid di DPUPR, Siti Rochimah menjadi Sekretaris Dinas PUPR, Kusnaeni menjadi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM (Perinkop).
Selain itu, Martono yang diangkat menjadi Kasi di dinas PTMSP, dan Kasmijan yang diangkat menjadi Kasubag Umum.
Namun dalam persidangan tersebut, terdapat dua saksi yang membantah. Yaitu, Khusnaeni dan Siti Rochimah. Mereka membantah jika uang yang diberikan merupakan uang syukuran, mereka beralasan kalau uang tersebut yatim piatu.
"Itu merupakan uang sedekah untuk yatim piatu, yang diadakan Pak Tamzil," katanya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga: Suka Ditagih Pengusaha Bus, Utang Bupati M Tamzil Dibawa Sampai ke Sidang
Berita Terkait
-
Suka Ditagih Pengusaha Bus, Utang Bupati M Tamzil Dibawa Sampai ke Sidang
-
Setahun Jadi Bupati Kudus, Tamzil Terima Gratifikasi Senilai Rp 2,5 Miliar
-
Bupati Kudus Didakwa Terima Suap Rp 750 Juta
-
Penyuap Bupati Kudus M Tamzil Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara
-
KPK Periksa Pejabat Terkait Kasus Eks Bupati Kudus M Tamzil
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya
-
Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
-
Kendal Tornado FC Gagal Gusur Deltras, Manajemen Tetap Gas Target Liga 1
-
2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak