SuaraJawaTengah.id - Ratusan orang menjadi korban penipuan berkedok perekrutan karyawan proyek pembangunan Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman, Kabupaten Purbalingga.
Tiga pelaku yang kini ditahan di Polres Banjarnegara gencar merekrut karyawan di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Dari data yang dihimpun Kepolisian, setidaknya ada 154 korban yang tersebar di eks Polwil Banyumas, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara. 110 korban di antaranya berasal dari Banjarnegara.
Pengalaman pahit tersebut disampaikan NA, warga Desa Sambong Punggelan Banjarnegara karena gagal menjadi karyawan bandara. Bukan hanya itu, ia harus kehilangan uang Rp 10 juta yang terlanjur disetorkan ke tersangka.
Pada November 2019 lalu, AK mendatangainya dan menawarinya sebuah pekerjaan di bagian logistik pembangunan bandara PB Jensoed Purbalingga. Gajinya lumayan besar untuk ukuran daerah, Rp 4,2 juta perbulan. Ia dijanjikan kontrak kerja pada Desember 2019.
Namun untuk menduduki posisi itu ia harus menyetor uang senilai Rp 10 juta ke AK. AK menyetorkan uang itu ke TH (72), pimpinannya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara tersangka lain, PR (47), dengan kedok sama, melakukan perekrutan di Desa Purwareja Klampok Banjarnegara. Ia berhasil memperdaya SAR yang tergiur dengan tawarannya. SAR pun ditawari menjadi pegawai bagian laborat dan logistik di pembangunan bandara PB Soedirman.
Namun uang yang dia setorkan ke tersangka lebih kecil, yakni Rp 3,5 juta. Ia dijanjikan kontrak kerja pada bulan Januari 2020. Namun sampai waktu yang dijanjikan, tidak ada kejelasan soal pekerjaan yang ditawarkan. Padahal uang terlanjur melayang.
"Merasa tertipu, korban akhirnya melapor ke polisi,"kata Kapolres Banjarnegara AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara (6/3/2020)
Baca Juga: Tipu Belasan Calon Pengantin, Pemilik WO di Semarang Dicokok Polisi
Setelah dikroscek, PT Angkasa Pura (AP) ternyata tidak pernah bekerja sama dengan para tersangka untuk merekrut karyawan. Dipastikan, perekrutan ini hanyalah kedok untuk meraup keuntungan. Perbawa mengatakan, pihaknya masih menghitung total uang yang berhasil dihimpun para tersangka dari ratusan korbannya.
Sebab nilai uang yang disetorkan bervariasi. Pekerjaan yang ditawarkan pun beragam, mulai pegawai administrasi, logistik hingga petugas kesehatan. Tersangka pun punya koleksi stempel yang mengatasnamakan, antara lain Unit Satuan Kerja Pelaksana Bandara JBS AP dan HRD AP.
"Saksi yang sudah kita mintai keterangan 18 orang," katanya.
Para tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka disangka dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. Perbawa mengatakan, tidak menutup kemungkinan, kasus ini berkembang dengan penambahan tersangka baru.
Ia pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap orang yang menawarkan pekerjaan, terutama yang mensyaratkan penyetoran uang. Jika ada tawaran, masyarakat sebaiknya mengroscek langsung ke kantor resmi perusahaan itu untuk memastikan kebenarannya.
"Perekrutan sekarang sudah banyak lewat online. Jadi jangan mudah percaya, kroscek ke kantornya langsung, jangan percaya ke orang yang mendatangi langsung menawarkan," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Penipuan Rumah Syariah Sidoarjo, Polisi Sita Vespa Mewah
-
Penipuan Rumah Syariah Sidoarjo, Ustaz Yusuf Mansyur Diperiksa Polisi
-
Tipu Belasan Calon Pengantin, Pemilik WO di Semarang Dicokok Polisi
-
Minta Ayam dan Perkedel, Wanita Tipu Katering di Bantul Pakai Alamat Palsu
-
Modal Atribut TNI Beli di Pasar Tipu 5 Janda, Terakhir Kusnan ML Sama Dosen
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal