SuaraJawaTengah.id - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta daerah diberi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan swab virus corona. Sebab hasil tes spesimen pasien suspect corona, seperti pasien di Solo, terlalu lama jika harus dikirim ke Jakarta.
Rudy juga meminta pemerintah pusat menyusun acuan atau protokol penanganan pandemi virus corona untuk daerah. Hal itu dilakukan agar kepala daerah bisa mengambil langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
"Ke Jakarta butuh waktu minimal tiga hari. Korea itu hasilnya [tes swab] juga tiga hari," kata Rudy kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).
Korea yang dimaksud Rudy adalah kasus wanita berinisial EJ, 57, warga negara Korea Selatan yang sempat diambil sampe air liurnya dengan metode swab. EJ akhirnya ditemukan tewas tergantung di kamar mandi salah satu hotel di Solo lantaran depresi merasa terinfeksi virus corona, Minggu (23/2/2020). Padahal hasil pemeriksaan menunjukkan EJ negatif virus corona.
"Tapi upaya preventif tetap dilakukan, salah satunya tracking itu. Kalau kami diberi kewenangan cek laboratorium sendiri, tidak akan menimbulkan keresahan karena hasilnya tidak terlalu lama. Alatnya seperti apa tinggal disiapkan, biar segera saja penanganannya,” katanya lagi.
Saat ini, Rudy telah mengajukan dana kedaruratan bencana untuk penanganan virus tersebut. Ia juga tengah menimbang pembatalan sejumlah agenda yang mendatangkan massa besar.
Kendati begitu, pembatasan kedatangan tamu dari luar negeri atau luar kota merupakan kebijakan pemerintah pusat.
“Kalau pembatalan atau penundaan itu memang perlu, ya, akan dilakukan. Apalagi kami juga punya agenda besar, pada Maret, April ini dan seterusnya," ucap Rudy.
"Ini lebih baik untuk mencegah. Seperti di Italia, kampus, sekolah, dan kantor diliburkan untuk mencegah penyebaran. Itu boleh dan tentu mereka paham bagaimana dan kenapa harus dilakukan,” tegasnya.
Baca Juga: Virus Corona, Singapura Tutup Seluruh Masjid dan Tiadakan Salat Jumat
Berita Terkait
-
Virus Corona, Singapura Tutup Seluruh Masjid dan Tiadakan Salat Jumat
-
Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Solo, Ganjar: Warga Jangan Panik
-
Mal Kokas Dikabarkan Lockdown, Ini Kata Pihak Manajemen
-
Cegah Penyebaran Corona Covid-19, Bagaimana Cara Mengisolasi Diri?
-
Siap Tangkal Corona, Ini Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran