SuaraJawaTengah.id - Pelayanan kesehatan RSUD RA Kartini di Kabupaten Jepara mendapat sorotan anggota dewan setempat setelah kejadian meninggalnya pasien di parkiran rumah sakit tersebut. Bahkan, Anggota DPRD Kabupaten Jepara tersebut menyayangkan kualitas pelayanan yang dinilai kurang bagus.
"Permasalahan kualitas pelayanan di RSUD RA Kartini, bukan kali ini saja terjadi, tetapi sudah banyak laporan masyarakat yang menganggap kualitas pelayanannya memang kurang menyenangkan," kata Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat seperti dilansir Antara pada Rabu (18/3/2020).
Hidayat mengaku terpukul dengan peristiwa tersebut, karena seorang pasien yang seharusnya mendapatkan prioritas pelayanan karena kegawatannya, justru malah menunggu lama. Hingga akhirnya meninggal saat masih di dalam mobil ambulans milik desa yang terparkir di tempat parkir RSUD RA Kartini.
Persoalan tersebut, kata dia, merupakan pekerjaan untuk semua pihak yang harus diselesaikan, khususnya Pemerintah Kabupaten Jepara, agar segera mengambil kebijakan teknis agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Kami sangat menyayangkan. Memang diakui di sini banyak kekurangan, mulai dari infrastuktur, penguatan manajemen rumah sakit, penguatan sumber daya manusia (SDM) rumah sakit, hingga tim medis harus betul-betul diperhatikan," ujarnya.
Menurut dia bidang kesehatan sebagai layanan dasar mutlak harus dipenuhi oleh Pemkab Jepara dan jangan sampai layanan dasar kesehatan masyarakat menjadi yang kedua dari pelayanan yang lainnya.
Sementara itu, Direktur RSUD RA Kartini Jepara Dwi Susilowati menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini karena tidak bermaksud menelantarkan Lukita yang datang ke rumah sakit saat di IGD sudah penuh pasien.
Bahkan, jumlah pasien yang tertampung di IGD sudah melebihi kapasitas tempat tidur sebanyak 13 tempat tidur, kemudian ditambah 12 tempat tidur. Meskipun demikian, jumlah pasien yang antre mencapai 19 antrean yang harus menunggu di luar.
"Kami tidak inginkan hal seperti itu lagi nanti, sehingga harus mawas diri lagi serta memilah-milah pasien yang memang benar-benar 'emergency' yang diterima. Jika tidak masuk kategori tersebut, tentu tidak akan diterima," ujarnya.
Baca Juga: Pasien Positif COVID-19 Bertambah, KBM di Yogyakarta Masih Dipertanyakan
Jika pasien yang masuk ke IGD dengan rujukan, kata dia, harus melalui fasilitas kesehatan pertama karena biasanya pasien rujukan juga didampingi petugas dan sudah terkoneksi dengan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) sehingga tidak ada pasien yang di dalam mobil maupun tidak terperiksa karena semua sudah terkoneksi.
Sementara Lukita (69), warga Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, datang ke RSUD Kartini pada Senin (16/3), disebutkan tanpa surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Sudah saya cek, tidak ada surat rujukan dan pasien memang datang sendiri dengan diantar mobil ambulans desa," ujarnya.
Untuk diketahui, peristiwa yang dialami Lukita tersebut sempat viral setelah diunggah dalam akun Facebook milik seorang warga yang ikut mengantarnya ke RSUD Jepara. Dalam unggahannya, dia menulis terpaksa menunggu di parkiran rumah sakit lantaran tak mendapat ranjang perawatan. (Antara)
Berita Terkait
-
Ironis! Pasien Meninggal di Parkiran Saat Tunggu Antrean di RUSD Jepara
-
Lakalantas Seruduk Pohon Jati, Kijang Innova di Jepara Ringsek Parah
-
Nekat Bertapa di Gunung Muria, Hasan Pulang Dijemput Tim SAR
-
Puting Beliung Terjang Jepara
-
Dilanda Gelombang Tinggi, Ratusan Wisatawan Tertahan di Pulau Karimun Jawa
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya
-
Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG
-
Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka di Pati: Makanan Datang Telat, Ratusan Siswa Keracunan
-
Warga Jateng Merapat! Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Simpang Lima Semarang Dibuka untuk Umum