SuaraJawaTengah.id - Ada penambahan pasien positif virus corona di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Berdasarkan informasi yang dirilis pada laman corona.jatengprov.go.id, terdapat tambahan empat kasus corona di ibu kota Jateng itu.
Dengan penambahan empat kasus baru di Semarang, total pasien positif corona di Semarang adalah 10 orang. Satu di antaranya telah meninggal dunia di RSUD Dr Kariadi Semarang, demikian sebagaimana dilansir Solopos.com, Rabu (25/3/2020).
Pasien positif corona lainnya kini menjalani masa isolasi di berbagai rumah sakit di Semarang, masing-masing empat di RSUD Dr Kariadi Semarang, tiga di RS Telogorejo Semarang, dan dua di RS Wongso Negoro Semarang.
Sementara itu, di Jateng juga terdapat 2.858 orang dalam pemantauan (ODP) dan 244 pasien dalam pengawasan (PDP) corona.
Secara nasional juga ada penambahan kasus corona baru di Tanah Air. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan 107 orang yang terinfeksi corona per Selasa (24/3/2020), sehingga total orang terinfeksi adalah 686 orang.
“Dari kajian data yang kita dapat dari 23 Maret 2020, 12.00 WIB hingga hari ini 24 Maret, 12.00 WIB. Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 107 kasus sehingga total ada 686 kasus positif. Ini adalah angka akumulasi sejak dari awal pemeriksaan. Tidak ada penambahan kasus sembuh. Ada penambahan kasus meninggal sebanyak 7 orang sehingga kasus meninggal 55,” kata lelaki yang akrab disapa Yuri ini saat konferensi pers, Selasa (24/3/2020).
Dari data tersebut, adapun jumlah kasus positif corona sebanyak 686 orang, 30 sembuh, dan 55 orang meninggal dunia.
“Update 24 Maret 2020 12.00 WIB, kasus kumuliatif positif sebanyak 686, kemudian kumulatif pasien sembuh sebanyak 30 orang dan kumulatif kematian sebanyak 55 orang,” imbuh Yuri.
Guna memutus penularan virus corona ini, Yuri mengatakan akan melakukan rapid test kepada masyarakat. Tahap pertama, pemerintah akan melakukan tes massal ke dua kelompok, yakni kontak dekat pasien terkonfirmasi positif dan juga tenaga medis rumah sakit. Mulai hari ini, Selasa, rapid test telah dikirim ke 34 provinsi di Indonesia dan sudah menjadi kewenangan daerah masing-masing.
Baca Juga: Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19
Nantinya, ketika alat tes kesehatan tahap kedua telah tiba di Tanah Air, rapid test corona ini juga akan menyasar masyarakat lainnya.
Berita Terkait
-
Cegah Penyebaran Covid-19, Bandara Biak Pasang Bilik Disinfektan
-
Best 5 Otomotif Pagi: Alasan COVID-19 saat Ditilang, MG ZS Meluncur
-
Ponpes Lirboyo Keluarkan Maklumat Khusus Terkait Corona, Ini Isinya
-
Keren! Bikin Vaksin, Ilmuwan Singapura Pelajari Gen Virus Corona Covid-19
-
Pengusaha Kecil Menjerit karena Corona, Ashanty Tawarkan Endorse Gratis
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur
-
Semen Gresik Pererat Sinergi dengan Ratusan Distributor dan Toko Bangunan di Soloraya
-
Merekam Cerita dari Negeri: BRI inFrame 2026 Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026
-
7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota