SuaraJawaTengah.id - Rombongan besan asal Dukuh Melikan, RT 03, Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen, yang berangkat menuju Pulokulon, Grobogan, dipulangkan ke kampung halaman demi memutus rantai persebaran virus Corona alias COVID-19.
Mereka batal mengikuti kegiatan ngunduh mantu meski sudah menempuh separuh perjalanan menuju Pulokulon, Selasa (24/3/2020) lalu.
Informasi yang dihimpun Solopos.com--jaringan Suara.com, rombongan yang berjumlah sekitar 70 orang itu sudah berangkat dari Dukuh Melikan Sragen menuju lokasi ngunduh mantu di Pulokulon.
Meski sudah melewati separuh dari perjalanan, tepatnya di Getasrejo, Grobogan, mereka diminta pulang ke Dukuh Melikan oleh jajaran Musyawaran Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Sukodono.
"Sampai separuh perjalanan, salah satu warga ditelepon supaya rombongan diminta pulang. Rombongan mau diberi pengarahan dari Kapolsek dan Puskesmas,” kata Widodo Saputra, salah satu anggota keluarga besan kepada Solopos.com, kemarin.
Meski rombongan besan asal Gebang itu sudah ditunggu oleh pihak keluarga pengantin pria, mereka akhirnya balik kanan. Sesampainya di kampung halaman, mereka dikumpulkan di halaman Kantor Balai Desa Gebang untuk diberi pengarahan. Meski berat, mereka akhirnya mau legawa.
“Namanya, (ngunduh) mantu, biasanya tidak sembarangan dalam memilih hari. Biasanya dicari hari yang paling baik di antara hari yang baik. Meski sudah ditunggu (yang punya hajat), mau bagaimana lagi. Pak Kapolsek yang menyuruh kembali. Kalau tidak kembali dikira kita tidak taat hukum karena kita berada di negara hukum. Apa yang dilakukan oleh pemerintah juga demi kebaikan kita,” kata Widodo.
Sementara itu, semua jajaran muspimcam dalam beberapa hari terakhir gencar menyosialisasikan upaya mengantisipasi penularan virus corona. Mereka keliling dari satu kampung ke kampung lain.
Kepada warga, mereka juga mengimbau untuk menunda kegiatan pengumpulan massa, termasuk menggelar pesta hajatan untuk sementara waktu demi memotong rantai persebaran virus corona. Pada Senin (23/3/2020) lalu, jajaran Muspimcam Kalijambe mendatangi rumah warga yang berniat menggelar hajatan yang dimeriahkan dengan pertunjukan cokekan di Dukuh Ngampon, Desa Krikilan.
Baca Juga: Bisa Tampung 3 Ribu Pasien, Wisma Atlet Beri Layanan Visit Video Call
“Saat kami datang, mereka bersiap menggelar seni musik cokekan. Sebelumnya kami sudah mengimbau supaya kegiatan semacam itu ditiadakan dahulu. Setelah kami beri sosialisasi terkait bahaya virus corona, Alhamdulillah warga mau legawa. Mereka tidak jadi menggelar cokekak yang bisa mengundang datangnya banyak orang,” terang Kapolsek Kalijambe, AKP Aji Wiyono.
Berita Terkait
-
Rapat Paripurna saat Corona, PPP: Dewan Harus Rela Duduk di Balkon
-
Hingga Kamis, RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Tampung 208 Pasien
-
Cegah Penularan Corona, Tahanan di Polda Metro Jaya Dijemur Setiap Pagi
-
Imbas Corona, Piala AFF U-16 dan U-19 2020 di Indonesia Resmi Ditunda
-
Selain Latihan, Ini Aktifitas Rachmat Irianto saat Jalani Karantina
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
7 Fakta Hasil Visum Syafiq Ali, Ungkap Perkiraan Waktu Kematian dan Kondisi Luka
-
Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya