SuaraJawaTengah.id - Terbatasnya ruang isolasi di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi khawatir. Untuk itu, ia menjadikan Rumah Dinas Wali Kota sebagai tempat alternatif jika kekuruangan ruang untuk isolasi.
Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengatakan, rumah dinasnya mampu menampung sekitar 120 pasien untuk diisolasi. Menurutnya, keputusannya itu dapat melegakan warga Kota Semarang.
"Alternatif itu bisa menjadikan warga Semarang tidak khawatir kekurangan tempat," jelasnya saat dihubungi SuaraJawaTengah.id, Kamis (26/3/2020).
Selain itu, sebanyak 95 kamar isolasi di beberapa Kantor Diklat Pemerintah Kota Semarang juga disiapkan untuk menambah jumlah ruangan yang dapat digunakan untuk menampung pasien isolasi.
"Selain rumah dinas, beberapa Kantor Diklat Pemerintah Kota Semarang juga telah kita siapkan sebagai tempat isolasi," katanya.
Meski demikian, untuk mekanisme penanganan pasien yang akan diisolasi tetap sesuai dengan koordinasi rumah sakit rujukan yang ada di Kota Semarang.
"Untuk mekanisme penanganan pasien di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Kantor Diklat tetap akan koordinasi dengan rumah sakit rujukan," ujarnya.
Selain menyiapkan tempat untuk isolasi, ia juga mengupayakan penyemprotan disinfektan secara intensif di Kota Semarang. Beberapa alat seperti outdoor sprayer juga telah dipasang di beberapa tempat.
"Media outdoor sprayer telah diterapkan di Kantor Kejaksaan Negeri dan penyemprotan disinfektan sudah diupayakan lebih intensif," paparnya.
Baca Juga: Banyak Dicari, Toko ini Jual Pembersih Lantai Lebih dari Dua Kali Lipat
Seperti diketahui, saat ini pasien positif corona di Kota Semarang telah mencapai 12 orang yang masih dirawat. Sementara 1 pasien positif corona telah dinyatakan meninggal. Sedangkan, untuk orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Semarang mencapai 699 orang dan pasien dalam pemantauan (PDP) mencapai 105 yang masih dirawat di beberapa rumah sakit rujukan.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Cegah Penularan Corona, KPK Hentikan Sementara Pemanggilan Saksi-saksi
-
Curhat Isolasi Wabah Corona, Sandiaga: Alhamdulillah, Istri Orang Rumahan
-
Mulia Banget, Anne Avantie Jahit Baju APD Massal Buat Tenaga Medis
-
Wabah Corona Covid-19 Ancam Kesehatan Mental Anak, Ketahui Tandanya
-
Ini 7 Tips Sederhana Agar Terhindar dari Berita Hoaks Virus Corona
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah