SuaraJawaTengah.id - Seorang bocah TK berinisial HA (6) mengalami luka bakar serius saat bermain long bumbung atau meriam bambu. Akibatnya, bocah yang berasal dari Desa Pogung, Cawas Klaten ini harus dilarikan ke rumah sakit.
Diberitakan Solopos -- jaringan Suara.com, Kamis (7/5/2020), peristiwa bermula saat HA meminta kakeknya membuatkan long bumbung.
“Peristiwanya itu saat sore menjelang waktu berbuka. Namanya sayang sama cucu akhirnya dibuatkan. Sebagai hiburan untuk si anak yang menjalankan puasa agar [sejenak] melupakan rasa laparnya,” kata sang paman, Wagiyono.
Setelah meriam bambu jadi, sang kakek berniat mencoba membunyikan di kebun tak jauh dari rumah. Namun, meriam tak berbunyi. Saat berniat memasukkan minyak ke bambu, api justru menyembur dan menyambar spirtus.
“Apinya itu menyemprot dan mengenai si anak. Kemudian mengalami luka bakar,” jelas Wagiyono.
HA mengalami luka bakar 20 persen
Baju HA terbakar api hingga mengenai kulitnya. Bagian tubuh HA yang terluka dari perut hingga wajah. HA lantas dilarikan ke RSU Islam Cawas dan kemudian dirujuk ke RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Di rumah sakit, H ditemani oleh ibunya.
Terkait pengobatan, Wagiyono belum mengetahui secara persis berapa banyak biaya yang ditanggung. Wagiyono membenarkan keponakannya tersebut belum tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan nasional (JKN). “Kami mohon doanya saja biar segera sembuh,” ungkap dia.
Kepala Instalasi Promosi dan Humas RSST, Sri Wardani, membenarkan anak berinisial HA asal Desa Pogung, Kecamatan Cawas tersebut dirawat di RSST. “Betul, anak itu dirawat di salah satu ruang rawat inap RSST. Kondisi anak stabil,” kata Dani saat dihubungi, Kamis.
Baca Juga: Kisah Keluarga Dul dan Anaknya yang Berusia 13 Bulan Hidup di Becak Sewaan
Dani mengatakan bocah asal Cawas Klaten itu mengalami luka bakar tingkat dua luas permukaan luka bakar 20 persen. Dani memastikan H terus dalam pengawasan petugas kesehatan RSST. “Untuk penanganan medis luka yang dialami anak itu dilakukan tindakan debridement,” kata Dani memungkasi.
Berita Terkait
-
Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes
-
Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek
-
Sudah Diingatkan Hati-hati, Cerita PDIP Sebelum Bupati Klaten Terjaring OTT KPK dan Dipecat
-
Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten
-
Teka-teki Tong Biru Isi Duit Rp 934 Juta Bupati Klaten, KPK Curigai Modus Kelabui OTT
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang