SuaraJawaTengah.id - Pegawai Negeri Sipil atau PNS yang mempunyai mobil mendapat bantuan sosial atau bansos pandemi virus corona di Klaten, Jawa Tengah. Hal ini membuat sejumlah kepala desa (Kades) di Klaten pusing tujuh keliling.
Data penerima bansos itu didapatkan dari pemerintah pusat yang sudah cair pekan lalu. Kepala Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Surata, mengatakan di wilayahnya ada 22 keluarga yang menerima BST melalui transfer bank. Sementara itu, 45 keluarga menerima BST via Kantor Pos.
Para penerima bansos corona dari transfer bank mulai mendapatkan gelontoran dana senilai Rp 600.000 per keluarga ke rekening masing-masing. Sementara, penerima BST via kantor Pos belum memasuki proses pencairan.
Surata mengakui data penerima BST sebagian tidak sesuai dengan usulan dari desa.
"Sebelumnya kami dimohon membuat ajuan. Kami membuat ajuan 250 keluarga. Namun, tak berapa lama usulan kami sampaikan ternyata sudah ada yang menerima transfer," kata Surata, Minggu (10/5/2020).
Dari 22 keluarga penerima bansos corona di Klaten melalui transfer rekening bank, ada yang masuk kategori mampu serta berstatus ASN.
"Ada yang punya dua mobil yakni Toyota Innova dan Grandmax dapat [BST]. Ada yang ASN sekitar tiga sampai empat orang juga dapat," tutur dia.
Selain itu, ada dobel penerima bansos corona yakni dalam satu keluarga mendapatkan bansos corona via transfer bank dan pencairan melalui kantor Pos.
Dia mencontohkan dalam satu KK ada bapak dan anak yang masing-masing mendapatkan bansos corona.
Baca Juga: Sempat Salat Bareng Warga Positif Corona, 30 Jemaah di Tambora Dievakuasi
"Memang kami dibuat budrek terkait ini," ungkapnya.
Terkait warga mampu, PNS, serta dobel data penerima dalam satu keluarga yang mendapatkan bansos corona, Surata mengatakan pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak. Hal itu menyusul dana langsung dicairkan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima.
Namun, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat Burikan sudah menggelar pramusdes menyikapi kondisi tersebut. Dari hasil musyawarah, warga terdampak pandemi Covid-19 namun belum mendapatkan bansos corona bisa menerima bantuan serupa melalui bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa.
Surata menjelaskan dana desa yang diterima Burikan tahun ini sekitar Rp 900,73 juta. Dari nominal itu, sekitar 30 persen atau Rp 291 juta digunakan untuk BLT kepada masyarakat.
Soal data penerima bansos corona yang dinilai belum tempat sasaran, Pemerintah Desa Burikan, Klaten menunggu pengubahan data penerima disesuaikan dengan data yang sudah masuk dalam aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial next generation (SIKS-NG).
"Kami menunggu apa yang sudah kami lakukan dan dianggarkan pemerintah pusat melalui pemutakhiran data yang menggunakan SIKS-NG. Itu sudah dilakukan sejak Desember, sehingga April sudah ada titik terang atau data yang masuk ke pemerintah desa terkait perubahan data miskin," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis