SuaraJawaTengah.id - Sejumlah pedagang di Pasar Bunder Sragen nekat berjualan kendati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menutup pasar karena wabah virus corona. Pasar itu ditutup selama dua Hari Lebaran, Minggu-Senin (24-25/5/2020).
Mereka berlasan memilih membuka los di pasar terbesar di Sragen daripada bengong di rumah. Kendati pembeli minim pada Senin, pedagang tetap mengelar dagangannya.
Dari 2.000-an pedagang di Pasar Bunder, hanya kurang dari 20 pedagang yang nekat buka. Mereka berjualan tahu, bandeng, aneka sayuran dan bubu dapur, empon-empon, daging sapi, daging ayam, dan pisang.
Di luar Pasar Bunder sisi barat, banyak pedagang juga yang berjualan daging ayam, sayuran, bunga, dan sebagainya yang jumlahnya lebih dari 20 orang.
Sri Giman, 62, seorang pedagang sayuran dan aneka bumbu dapur dan sembako asal Taman Sari, Kroyo, Karangmalang, Sragen, nekat berjualan sambil bersih-bersih los.
Dia mengatakan kalau bersih-bersih saat pasar ramai justru menganggu pedagang lainnya, mumpung pasar tutup bisa bersih-bersih dengan leluasa sambil buka dagangan.
Tak Pakai Masker, 400-an Pengendara dari Jogja Dipaksa Putar Balik di Klaten
“Alhamdulillah laku juga. Pada Hari Lebaran pertama kemarin laku Rp 1,5 juta/hari. Hasil itu habis untuk pitrah cucu-cucu. Paling ramai ya pas puncaknya, yakni H-1 Lebaran lalu bisa dapat Rp 5 juta per hari,” ujarnya.
Sri mengatakan pedagang yang buka lebih banyak ketika Hari Lebaran pertama daripada Hari Lebaran kedua. Dia bersyukur masih laku jualan.
Baca Juga: Makin Gawat, 22 Ribu Orang Meninggal karena Virus Corona di Brasil
Para pembeli, kata dia, banyak yang mencari sayuran untuk masak timlo, soto, dan sebagainya.
“Lebaran ini lebih sepi daripada Lebaran tahun lalu. Banyak yang dari jauh tidak bisa pulang. Saudara di Tawangmangu, Karanganyar, saja tidak bisa silaturahmi ke Sragen karena ada wabah virus corona,” ujarnya.
Pedagang lainnya asal Kedawung, Sragen, Budi Albert, 45, juga nekat berjualan daripada di rumah sepi tidak ada kerjaan. Budi jualan sayuran dan bumbu dapur juga.
Takut Nyadran Karena Corona, Pedagang Bunga Tabur Sukoharjo Sepi Pembeli
“Yang beli juga tidak banyak. Malah di luar pasar banyak yang buka. Pembeli tidak masuk pasar karena mengira pasar tutup. Memang pasar tutup, pintu gerbang saja hanya buka separuh. Mulai besok (Selasa, 26/5) normal lagi seperti biasa,” ujar Budi.
Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Kota Sragen. Pasar tersebut tutup rapat selama dua hari. Akses masuk ke pasar itu ditutup dengan pagar besi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian