Selama tiga bulan terakhir, ia bertahan dengan uang tabungan. Untuk menghilangkan kebosanan, ia juga masih tetap berkarya. Termasuk menulis dan rilis lagu baru dengan menggandeng penyanyi lain.
“Saya pikir selama pandemi harus punya karya. Kemarin sempat bingung uangnya digunakan untuk makan dulu atau rilis lagu, akhirnya saya putuskan rilis lagu juga perlu,” kata dia.
Dimas yang juga memiliki jasa Wedding Organizer (WO) telah melakukan berbagai upaya agar dilirik pelanggan. Misalnya banting harga jasa WO atau menawarkan paket hemat lainnya. Namun hasilnya nihil. Padahal biasanya dalam sepekan minimal ada satu orang mengontaknya untuk tanya-tanya.
Wacana kebijakan new normal jelas membuatnya seperti mendapatkan angin segar. Dimas berharap segera diterapkan agar ia dan rekan-rekannya bisa kembali bekerja.
“Kebijakan new normal juga baru wacana. Sampai hari ini belum ada informasi yang jelas terkait itu. Jadi kami semua ya masih belum ada yang dapat job atau tawaran kerja sampai hari ini,” terangnya.
Salah satu pengurus Paguyuban Band dan Musisi Solo, Rima Asmara, menambahkan selama pandemi ini mereka saling bergandeng tangan, mendukung satu sama lain. Misalnya ada gerakan membeli barang dagangan teman sendiri atau teman bantu teman. Serta mengoordinir pemberian bantuan bagi para seniman yang membutuhkan.
Beberapa banting setir ke jualan online, lainnya bahkan ada yang menjual alat musiknya agar bisa mengidupi diri dan keluarga.
“Misalnya ada yang memberikan bantuan begitu kami share di grup siapa yang sedang membutuhkan. Kita terus koordinasi. Kalau ada yang jualan ya kita dukung dengan ikut membelinya. Semoga segera berakhir ya. Saya juga saking lamanya enggak nyanyi sampai kemarin pas diajak diskusi live sampai lupa nyanyi,” kelakar Rima.
Baca Juga: Butuh 1 Juta Unit, Pemerintah Percepat Produksi PCR Kit Dalam Negeri
Berita Terkait
-
Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Pembangunan Stadion Kendal Tornado FC Disiapkan, Jadi Tonggak Kemajuan Sepak Bola Daerah