SuaraJawaTengah.id - Pasar menjadi tempat yang rentan dan berpotensi besar terjadi penyebaran penularan Covid-19 karena adanya kerumunan orang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ada inovasi baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan berpatokan pada protokol kesehatan yang ada.
Dalam bincang virtual bertajuk "Pasar Lama, Kebiasaan Baru" yang disiarkan akun Youtube BNPB, Pasar Pagi, Kota Salatiga dijadikan contoh kasus sebagai bahan diskusi. Pasar Pagi berlokasi di halaman Pasar Raya 1 Salatiga dan beroperasi sejak pukul 01.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji menyampaikan, Hampir sebanyak 900 pedagang berada dalam satu aera yang tidak terlalu besar.
Luas Pasar Pagi hanyalah 600 meter dan berada di pinggir jalan protokol, Jalan Jenderal Sudirman.
"Di Pasar Pagi, pedangan hampir sebanyak 900 pedagang menempati area yang sangat sempit, yaitu halaman parkir Pasar Raya 1 dengan luas 600 meter," kata Kusumo Aji, Kamis (2/7/2020).
Guna mengatasi lahan yang sempit -- agar para pedagang tak berimpitan -- kata Kusumo, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Pertama, koordinasi dijalin dengan paguyuban pedagang Pasar Pagi.
Selanjutnya, pihak Dinas Perdagangan meminta izin pada Walikota Salatiga agar dapat menggunakan bahu jalan yang berada di depan pasar. Dengan demikian, luas Pasar Pagi bertambah dan bisa meminimalisir kontak secara langsung antar pedagang dan pembeli.
"Kami izin sama Pak Wali Kota Salatiga agar kami bisa menggunakan bahu jalan yakni Jalan Jenderal Sudirman yang berada di depannya. Itu sepanjang sekitar 400 meter untuk kami melakukan phsycial distancing," jelas Kusumo.
Kusumo menambahkan, pihaknya juga membikin peta jarak 1,5 meter antar pedagang. Dengan demikian, para pedagang yang berjualan di pasar tersebut bisa menerapkan phsycial distancing.
Baca Juga: Kadesnya Kena Covid-19, Balai Desa Bekonang Tetap Buka, Tapi...
"Langkah ini kami lakukan dengan membuat peta-peta dengan jarak 1,5 meter antar pedagang. Setelah itu kami buat pergeseran yang semula hanya menempati tempat yang kecil --yang sedikit sehingga dengan izin dari Pak Walikota, kami bisa menggunakan area jalan tersebut," beber dia.
Kusumo mengklaim, pihaknya telah menggelar rapid test --tes cepat-- kepada pedagang maupun pengunjung.Dari 500 pedagang yang telah menjalani rapid tes, tambah dia, tidak ada satupun pedagang yang dinyatakan positif Covid-19.
"Sebanyak 500 pedagang di pasar kami alhamdulillah satu pun kami tidak mendapat hasil yang positif. Semua negatif, setelah menerapakan psycial distancing, ternyata menghasilkan pedagang-pedagang kami tidak ada yang positif," ungkap Kusumo.
Lebih lanjut, Kusumo menyebut jika pihak tetap tegas terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jika ada pedangang yang kedapatan tidak memakai masker, maka pedangang itu dilarang untuk berjualan.
Hal senada juga berlaku bagi pengunjung atau pembeli. Jika ada yang kedapatan tidak memakai masker, maka pengunjung tersebut tidak akan dilayani.
"Pedagang sudah kami imbau, kalau ada yang tidak pakai masker ya tidak boleh jualan. Begitu pun sebaliknya, para pembeli yang tidak pakai masker tidak dilayani. Dua hal itu yang menjadi prinsip kami sehingga pedagang semua pakai masker," tutupnya.
Berita Terkait
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Sehidup Semaling! Sejoli Ini Tega Kuras Uang ATM Nenek-Nenek Pedagang Pasar Sampai Rp45 Juta
-
Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran
-
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
-
Pengusaha Hotel Hingga Pedagang Pasar Resah Soal Wacana Kebijakan Rokok Baru
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Fenomena Bediding Mulai Terasa, BMKG Minta Warga Jateng Bersiap
-
SIG dan Semen Gresik Giatkan Penanaman Pohon di Kawasan Joglo Tani Pabrik Rembang
-
Pakar Hukum Unsoed Buka Suara Soal Penipuan Eks Pegawai Bank di Purwokerto
-
UMKM Jadi Fondasi Ekonomi, Ahmad Luthfi Tekankan Penguatan Pembiayaan
-
Musim Libur Sekolah, Pertamina Pastikan Stok BBM di SPBU Jateng dan DIY Aman