SuaraJawaTengah.id - Ada 3 makam berjejer tanpa nisan dan nama di pertigaan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Sebagian orang menilai makam itu angker dan menyimpan kisah mistis.
Tiga makam kecil tanpa nama ini ada di jalan kampung di sekitar Keraton Solo. Makam ini ternyata milik bayi yang tenggelam. Makam tersebut terletak di sudut barat laut Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Jika masuk dari pintu kecil Baluwarti sisi barat, makam itu terlihat di pertigaan jalan kampung. Warga sekitar menyebut makam itu berusia sekitar 100 tahun.
Meski tidak ada nama yang tertulis di pusara tersebut, warga sekitar ternyata tahu siapa bayi yang dimakamkan di sana. Ketiganya bernama Nggoro Kasih, Den Bagus Kintir, dan Mbok Roro Setu. Ketiga bayi tersebut meninggal dunia karena hanyut di sungai. Cerita itu didapat Wulastri dari ayahnya, Cokrodipuro.
Ada warga mengaku pernah diboncengi sosok tak dikenal dan dibuntuti saat mengendarai mobil di sekitar makam itu.
Bila tidak kulonuwun atau permisi saat melintasi kawasan itu bisa saja mendapat gangguan. Seperti diungkapkan Bambang Ary Pradotonagoro, yang dibesarkan di Kampung Hordenasan, Baluwarti yang terletak di sisi selatan dari kawasan yang terdapat makam itu.
Laki-laki yang kini menjadi advokat itu mengaku pernah diganggu sosok tak kasat mata saat melintas dekat tiga makam tersebut ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Saat itu dia melintas dekat tiga makam tanapa nama di Solo itu ketika akan pulang ke rumah.
“Saya mengalami sendiri, numpak motor tahu-tahu motore abot banget. Itu zaman saya masih SMP. Jadi saat itu saya pulang malam sehabis main di rumah teman. Saat itu motor saya Honda C70. Pas lewat rumangsaku abot banget rasane,” aku dia, Minggu (5/7/2020).
Baca Juga: Heboh Ada Makam Misterius Tanpa Nama di Pinggir Jalan di Solo, Punya Siapa?
Lantaran penasaran karena tiba-tiba laju sepeda motornya melambat, Bambang pun menoleh ke arah belakang. Dia pun kaget bukan kepalang lantaran ada sesosok perempuan yang duduk di jok bagian belakang. Tapi sosok tersebut tidak terlihat jelas.
“Aku dewe [saya sendirian], tapi kok rumangsaku abot. Mlaku semeter rong meter abot tenan. Tak inguk mburiku jebul ana sik mbonceng. Tapi ora jelas, soale peteng [tapi kok terasa berat. Berjalan antara satu meter atau dua meter terasa berat sekali. Saya tengok ke belakan ternyata ada yang membonceng. Tapi tidak jelas soalnya gelap]," ujar dia bercerita tentang kejadian mistis di makam tanpa nama di Solo tersebut.
"Generasi seusia saya yang lewat situ pasti pernah ngalami. Motor mlaku ditutke seka mburi [sepeda motor berjalan diikuti dari belakang],” lanjutnya.
Sesampai di rumah, Bambang yang masih merasa ketakutan lantas menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kakeknya. Oleh sang kakek, Bambang “dibersihkan” dari segala gangguan.
“Kata eyang, saya mengalami itu karena tidak kulonuwun,” kata dia.
Seingat Bambang kawasan di sekitar tiga makam itu dulu kondisinya sangat sepi dan terdapat pohon besar. Di selatan pohon besar itu terdapat pohon-pohon pisang. Setiap kali melintas di kawasan itu Bambang selalu merasa ketakutan dan ingin segera berlalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Abaikan Kritik Elite, PCNU se-Banyumas Raya Kompak Dukung Gus Yahya Lanjut Dua Periode
-
Prakiraan Cuaca di Semarang Senin Ini: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas