SuaraJawaTengah.id - Setelah dilakukan test swab massal secara bertahap oleh Pemkab Banyumas yang dimulai pada tanggal 1 Juli lalu, akhirnya pada hari ini sudah keluar hasil. Berdasarkan hasil swab ada 8 orang tenaga kesehatan yang dinyatakan positif covid-19.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan hasil tersebut didapat setelah dilakukan penelusuran melalui test massal dari anggota dewan, Aparatur Sipil Negara dan juga tenaga kesehatan.
"Seperti sudah saya katakan dahulu, bahwa pemkab sudah menggelar test swab massal yang dimulai dari ASN, anggota dewan, tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Dari test tersebut didapati 8 orang positif. Berasal dari tenaga kesehatan," kata Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada wartawan di Banyumas, Selasa (7/7/2020).
Pemkab sendiri hingga saat ini telah melakukan sedikitnya 550 test swab massal. Pada hari pertama ada 200 peserta yang dilakukan test swab.
Kedelapan tenaga kesehatan yang positif tersebut merupakan test pada hari pertama.
"Jadi hari ini saja ada tambahan 8 positif, tapi itu adalah pencarian kita yang agresif terhadap orang tanpa gejala," jelasnya.
Ia meminta kepada warga agar tidak perlu khawatir jika beberapa hari kedepan akan ada tambahan pasien positif covid-19. Karena ia mengklim, hasil yang didapat adalah pencarian dan cara pemkab untuk melindungi masyarakat.
"Terutama orang-orang yang imunitasnya rendah seperti orang yang sudah sepuh, kemudian ibu hamil, lalu anak-anak di bawah umur. Itu yanh kemudian harus kita lindungi," ujarnya.
Selain itu Husein juga meminta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan standar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
Baca Juga: Jubir Covid-19: Rasio Tes Corona Indonesia Baru 3.394 per 1 Juta Penduduk
Karena menurutnya gotong-royong di tengah masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan melawan penyebaran virus covid-19.
"Tapi kemudian mohon maaf masyarakat jangan menyepelekan atau meremehkan penyakit ini, saya katakan sekali lagi berdasarkan fakta di lapangan penyakit ini sangat berbahaya. Terutama kepada orang dengan kategori rentan serta memiliki pemberat penyakit lainnya," ujarnya.
Dengan bermunculannya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang positif covid-19. Pemkab Banyumas mulai hari ini memutuskan untuk membuka kembali karantina massal di GOR Satria Purwokerto.
Namun berdasarkan pengamatan di GOR Satria Purwokerto, pada hari ini belum ada warga yang menghuni lokasi tersebut.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun