Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Senin, 03 Agustus 2020 | 19:11 WIB
Seorang guru di SMPN 1 Dolopo, Kabupaten Madiun, mengikuti rapid test yang digelar Pemkab Madiun, Senin (3/8/2020). (Istimewa/Arif Wardoyo)

SuaraJawaTengah.id - Sebanyak 67 guru dan pegawai SMPN 1 Dolopo, Kabupaten Madiun tes virus corona lewat rapid test, Senin (3/8/2020). Sebab ada 1 guru di sekolah itu yang meninggal karena positif corona.

Selain itu, petugas dari BPBD Kabupaten Madiun pun melakukan sterilisasi SMPN 1 Dolopo dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Kepala SMPN 1 Dolopo, Arif Wardoyo mengatakan sebanyak 67 warga SMPN 1 Dolopo (guru dan pegawai sekolah) telah menjalani rapid test pada Senin pagi. Hasilnya seluruh warga tersebut dinyatakan non-reaktif.

Rapid test terhadap guru dan pegawai SMPN 1 Dolopo dilakukan karena sebelumnya salah satu guru di sekolah tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Daftar Negara yang Mengalami Resesi Akibat Pandemi Virus Corona

Sebelumnya, guru laki-laki berinisial PR ini juga sempat berkunjung ke sekolah.

"Semua warga SMPN 1 Dolopo dinyatakan non-reaktif. Langkah selanjutnya, seluruh pegawai sekolah malakukan karantina mandiri di rumah masing-masing," kata dia saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun seperti dilansie Solopos.com, Senin (3/8/2020) siang.

Terakhir kali PR datang ke sekolah yakni tanggal 23 Juli 2020 lalu. Saat itu, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun itu sedang piket untuk pembelajaran online.

Saat di sekolah, pria berusia 59 tahun ini bertemu dengan beberapa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Bahkan, PR ini sempat berkomunikasi dengan salah satu guru saat akan melakukan pembalajaran online.

Baca Juga: Deretan Kontroversi Anji yang Buat Warganet Murka

Pada Senin ini, seluruh ruangan di SMPN 1 Dolopo juga disemprot dengan cairan disinfektan. Hal ini untuk mencegah dan membunuh perkembangan virus corona di lokasi tersebut.

Load More