SuaraJawaTengah.id - Setelah muncul lagi dengan menantang anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo, organisasi kemasyarakatan (ormas) Panji-Panji Hati atau yang lebih dikenal dengan Tikus Pithi Hanata Baris serang dengan tuduhan organisasi abal-abal. Bahkan disamakan dengan Sunda Empire.
Tikus Pithi ini mengusung pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) menjadi calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Solo.
Tudingan itu dibantah mentah-mentah Ketua Panji-Panji Hati, Tuntas Subagyo, saat diwawancara Solopos.com via ponsel, Senin (3/8/2020).
“Kami jauh dari itu. Bahkan kami menentang yang namanya uka-uka atau hal yang bersifat seperti itu,” ujar dia.
Tuntas mengatakan tudingan miring tentang organisasi yang dipimpinnya merupakan makanan sehari-hari.
Bahkan Tuntas pernah dituding sebagai Ketua Yayasan Amalillah. Padahal dia atau Tikus Pithi Hanata Baris tidak ada sangkut pautnya dengan yayasan itu.
“Dulu malah ada ungkapan saya pimpinan Amalillah. Nggak tahu juga itu organisasi apa. Kemudian Sunda Empire juga dikait-kaitkan. Pernah juga dikaitkan dengan kerajaan Nusantara di mana begitu. Padahal semua tuduhan itu tidak benar sama sekali,” kata dia.
Tuntas menyatakan Panji-Panji Hati atau Tikus Pithi Hanata Baris merupakan ormas resmi yang mempunyai kantor dan kegiatan riil.
Organisasi itu merupakan perkumpulan masyarakat umum yang bergerak di berbagai sektor kehidupan.
Baca Juga: Fakta Tikus Pithi, di Balik Penjahit dan Pak RW Penantang Gibran di Solo
Tuntas selalu menekankan kepada anggotanya agar tidak terlibat berbagai kelompok yang tidak jelas visi-misinya.
“Kalau ada yang terlibat langsung saya keluarkan. Kegiatan kami riil. Yang kami lakukan jauh dari yang namanya uka-uka atau Sunda Empire,” urai dia.
Kegiatan-kegiatan riil Panji-Panji Hati menurut Tuntas seperti gelar seni budaya Nusantara, doa bersama lintas agama, dan upacara perngatan HUT kemerdekaan RI.
Ada juga kegiatan sosial ekonomi dalam wadah perusahaan (PT) Tuntas Subagyo Grup.
“Tapi karena organsiasai kami tambah besar, tambah besar, orang lantas mengait-ngaitkan dengan hal-hal semacam itu. Padahal jauh dari yang ebenarnya. Semua anggota Tikus Pithi Hanata Baris sudah sangat paham bahwa tudingan itu tidak benar,” aku dia.
Fakta Tikus Pithi
Berita Terkait
-
Denny Indrayana Ragu Gibran akan Datang ke Persidangan Suket di PTUN: Saya Harap-harap Cemas
-
Hidup Mereka di 2 Tahun Prabowo - Gibran: Downgrade Kebutuhan Makan hingga Kuota Internet
-
Dari Kopdes hingga Dapur MBG, Keterlibatan TNI-Polri Dinilai Berisiko Bagi Warga Sipil
-
Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan
-
MBG hingga Rumah Subsidi, Prabowo-Gibran Dorong Pembangunan yang Lebih Dekat dengan Rakyat
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun