Keluarga habib korban pemukulan laskar intoleran di RW 001 Mertodranan, Pasar Keliwon, Solo mengaku sering mendapatkan ancaman pembunuhan baik melalui SMS maupun media sosial.
Masih kata keponakan si habib, teror semacam itu sudah biasa baik secara langsung maupun lewat teror sembunyi-sembunyi. Bahkan, saat ratusan laskar intoleran mengepung rumahnya banyak yang berteriak 'halal darahnya' dan 'bunuh'.
Sebenarnya acara pengajian atau keagamaan sudah lama ditiadakan di keluarga besarnya yang ada hanya kegiatan keluarga sejak 2018. Sebelumnya keluarganya sudah ada perjanjian dengan pentolan laskar tersebut.
"Dulu kita sudah ada perjanjian dengan pentolan laskar tersebut yang biasa dipanggil Ustadz Faiz Baraja. Saat itu, pihaknya bersepakat tidak akan melakukan kegiatan keagamaan dan Faiz Baraha juga berjanji tidak akan ada intimidasi lagi," ujarnya.
Untuk itu, ia berharap agar keluarganya bisa hidup tenang layaknya warga yang lain. Menurutnya, tidak ada orang yang ingin terus-terusan ditindas. Pihaknya hanya ingin bersaudara tanpa aksi intimidasi.
"Ya kasian anak-anak kita. Kita hanya ingin bersaudara tidak ada intimidasi," ucapnya.
Pelaku Pengeroyokan Ditangkap!
Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua pelaku yang telah mengeroyok Habib Assegaf. Dua pelaku berinisial BD dan HB ini merupakan bagian dari kelompok intoleran yang diduga terlibat aksi perusakan saat berusaha membubarkan paksa acara pernikahan warga di Kampung Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2020) malam.
"Polresta Surakarta didukung Polda Jateng dan Mabes Polri bertindak cepat kurang dari satu kali 24 jam berhasil mengamankan dua orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan perusakan di Metodranan Pasar Kliwon Solo pada Sabtu kemarin," kata Kapolres Surakarta Kombes Andy Rifai di Solo, Senin (10/8/2020).
Baca Juga: Mau Selesaikan Masalah, ABG Tewas Dikeroyok 10 Pemuda di SPBU Pademangan
Keduanya ditangkap polisi di Kota Solo pada Minggu (9/8) petang.
"Kedua pelaku yang terlibat perbuatan anarki tersebut perannya apa masih didalami. Kami berharap pelaku-pelaku lain bisa segera ditangkap," ujarnya.
Ia mengatakan Polresta Surakarta juga sudah memeriksa sembilan saksi yang melihat kejadian tersebut.
Pihaknya sedang mengembangkan dan mengidentifikasi pelaku-pelaku lain yang diduga ikut melakukan perusakan dan penganiayaan. Oleh karena itu, Kapolres Surakarta memberikan kesempatan kepada para pelaku lain agar menyerahkan diri.
"Namun, pelaku yang belum ditangkap jika tidak mempunyai iktikad baik untuk menyerahkan diri dalam waktu dua kali 24 jam kami akan melakukan penangkapan dengan cara kami," tegas Andy.
Andy menuturkan, pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku. Maka dari itu ia mengimbau kepada para pelaku lainnya segera menyerahkan diri ke kantor Kepolisian.
Berita Terkait
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Anggota Kodam Cenderawasih Tewas Dikeroyok di Tangerang, 7 Orang Jadi Tersangka
-
9 Fakta Mengerikan Kasus di Serang: Dari Keterlibatan Brimob Hingga Jaringan Ormas
-
7 Fakta Remaja Dikeroyok Brutal hingga Tewas di Bandung Viral, Dipicu Motif Asmara!
-
Kasus Tewasnya Samson, 6 Tersangka Terancam Hukuman di Atas 5 Tahun Penjara
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR