SuaraJawaTengah.id - Harga emas saat ini masih tinggi. Uniknya minat masyarakat di Kabupaten Jepara, dalam membeli emas perhiasan tetap tinggi, meskipun harga setiap gramnya cenderung berfluktuasi.
"Harga jual emas memang berfluktuasi dan akhir-akhir ini memang cenderung naik. Namun, minat masyarakat membeli tetap tinggi," kata penjaga toko emas Mutiara Silver Mayong Yida di Jepara dilansir dari Antara.
Hal itu, kata dia, terlihat dari transaksi setiap harinya mencapai puluhan pembeli mulai dari kalung, gelang, cincin hingga anting-anting.
Untuk harga jual emas perhiasan dengan kadar 75 karat harganya sebesar Rp820.000 per gramnya, sedangkan yang berkadar 40 karat dijual Rp490.000 per gramnya.
Menurut dia bagi beberapa kalangan emas perhiasan menjadi simpanan seperti halnya tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual kembali ketika membutuhkan uang.
"Selain menjadi simpanan, perhiasan tersebut juga bisa dipakai sehari-hari untuk mempercantik penampilan," ujarnya.
Ningsih, salah seorang pembeli kalung emas mengakui membeli emas perhiasan karena untuk investasi jangka panjang.
Ia mengakui setiap kali memiliki uang cukup banyak lebih memilih dibelikan emas sehingga ketika harga jualnya naik bisa dijual kembali dengan harga yang lebih mahal, ketimbang saat membelinya.
Selain itu, kata dia, ketika memiliki kebutuhan mendesak, bisa dijual kembali di toko emas yang menjual perhiasan tersebut.
Baca Juga: Polisi Amankan Dua Orang Terkait Penemuan Mayat Bocah Perempuan di Parit
Harga jual emas yang dibeli saat ini, kata dia, memang ada kenaikan karena harga perhiasan yang dibeli sebelumnya untuk kadar 75 karat hanya Rp800.000 per gram, kini naik, sedangkan yang kadar 40 karat juga sama dari sebelumnya Rp400.000 per gram juga naik menjadi Rp490.000 per gram.
Meskipun demikian, dia mengaku, tidak mempermasalahkannya karena tokonya ketika menerima penjualan juga akan membelinya sesuai harga jual emas terkini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah