SuaraJawaTengah.id - Polres Tegal akan menindaklanjuti penyerangan tenaga kesehatan (nakes) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa jika korban melaporkan peristiwa tersebut.
"(Kalau ada laporan) akan kami tindaklanjuti," kata Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, Kamis (24/9/2020).
Iqbal mengaku sudah mengecek ke lokasi kejadian usai peristiwa tersebut dan memastikan situasi sudah kondusif.
"Dugaan penganiayaan belum ada karena kami di sana, ada Kapolsek dan Pak Danramil. Saya juga sempat datang ke Polsek untuk ngecek setelah peristiwa itu," ujarnya.
Menurut Iqbal, peristiwa tersebut dipicu jatuhnya peti jenazah karena salah satu tali tambang yang digunakan untuk menurunkan peti jenazah ke liang lahat terlepas.
"Jadi pada saat menurunkan peti jenazah petugas pemakaman tergelincir karena tanah dekat liang lahat licin. Kemudian ada suara peti jatuh disangka warga petugasnya melempar peti jenazah," jelas Iqbal.
Iqbal mengatakan, usai insiden itu petugas pemakaman sudah meminta maaf kepada warga karena tergelincir ketika menurunkan peti jenazah.
"Selain karena peti jenazah disangka dilempar, mungkin suasana kebatinan keluarga juga sedang sedih sehingga terpancing emosi," ucapnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Iqbal menyatakan pihaknya akan lebih intens melakukan pendekatan ke keluarga, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: Tarik Subsidi, Malaysia Patok Biaya Karantina COVID Khusus WNA Rp 16 Juta
"Penjagaan dari kepolisian bersama TNI juga akan tetap ada apabila ada pemakaman pasien Covid-19," ujarnya.
Sebelumnya, keributan terjadi saat proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
Keributan terjadi pada Selasa (22/9/2020) sekitar pukul 13.45 WIB antara warga setempat dan Tim Gugus Tugas Covid-19 yang sedang melakukan memakamkan jenazah pasien Covid-19.
Keributan pecah ketika ratusan warga yang menyaksikan pemakaman menyerang enam petugas dari RSUD dr Soeselo dan relawan PMI Kecamatan Bumijawa yang sedang menurunkan peti jenazah ke liang lahat.
Akibat kejadian itu, dua petugas pemakaman yang berasal dari RSUD dr Soeselo mengalami luka-luka. Identitas keduanya yakni Ida Wahyu (41), dan Waras (38).
Selain menyerang petugas pemakaman, warga juga sempat merusak mobil Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Bumijawa yang berada di lokasi pemakaman.
Berita Terkait
-
Jokowi: Pandemi Covid-19 Sebabkan Ruralisasi bukan Urbanisasi
-
Panduan Isolasi Mandiri di Rumah Bagi Pasien Terkonfirmasi Covid-19
-
Ilmuwan Inggris Mengategorikan 8 Tipe Ruam yang Menjadi Gejala Covid-19
-
Cegah Covid-19, KPU Resmi Larang Konser di Pilkada 2020
-
Malaysia Patok Biaya Karantina Bagi WNA Rp 16 Juta
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan