SuaraJawaTengah.id - Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar STM di gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (8/10/2020) tidak hanya diwarnai kericuhan.
Unjuk rasa yang diikuti seribuan orang itu juga meninggalkan coretan di gedung DPRD dan bangunan di sekitarnya.
Setelah massa berangsur membubarkan diri sekitar pukul 13.30 WIB, tampak beberapa bagian gedung DPRD penuh coretan cat semprot.
Coretan itu berisi ekspresi kekesalan massa terhadap anggota Dewan karena pengesahan UU Cipta Kerja. Sejumlah tulisan yang tampak di antaranya "Kantor Ini Disegel", dan "Dewan Penindas Rakyat".
Selain gedung DPRD, massa juga menjadikan monumen Yos Sudarso yang berada di depan gedung DPRD sebagai sasaran aksi vandalisme. Monumen untuk mengenang pertempuran Laut Aru pada 1962 itu penuh coretan kata-kata dan gambar tak senonoh.
Di monumen itu, terdapat juga poster bertuliskan "Gara-Gara Wasmad" yang ditempelkan dan ditinggalkan massa begitu saja usai unjuk rasa bubar.
Seperti diketahui, Wasmad merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal yang menuai sorotan usai menggelar hajatan dan konser dangdut di tengah pandemi.
Sebelumnya, Unjuk rasa mahasiswa untuk menolak Undang-undang Cipta Kerja di gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (8/10/2020) diwarnai kericuhan.
Massa yang tidak hanya berasal dari mahasiswa terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian yang berjaga hingga menyebabkan sejumlah polisi terluka terkena lemparan.
Baca Juga: Foto-foto Halte TransJakarta Bundaran HI Dibakar
Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB awalnya berlangsung damai dan tertib. Massa bergantian berorasi di depan gedung DPRD sembari sesekali menyanyikan lagu kebangsaan.
Massa sempat membakar ban di tengah-tengah aksi, namun unjuk rasa tetap berlangsung tertib dan damai.
Namun entah apa pemicunya, setelah sekitar satu jam berlangsung, terjadi kericuhan antara massa dengan aparat kepolisian.
Diawali dengan lemparan botol air mineral, massa dengan beringas menyerang aparat kepolisian dan merusak water barrier yang dijadikan pembatas massa dengan gedung DPRD.
Situasi kian tak terkendali karena jumlah aparat kepolisian yang disiagakan kalah dengan jumlah massa. Diduga massa yang terlibat kericuhan merupakan para pelajar STM yang ikut dalam aksi.
Akibat kericuhan itu, terdapat dua polisi dan satu mahasiswa yang terluka akibat terkena lemparan botol air mineral dan batu bata. Salah satu dari polisi yang terluka di bagian mata bahkan harus dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil polisi.
Berita Terkait
-
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Medan Bentrok, Mobil Polisi Dirusak Massa
-
Sterilkan Kawasan Malioboro, Massa Demo Dihalau ke Titik Nol Kilometer
-
Bentrok Pecah di Kartasura, Satu Truk Satpol PP Dibakar Massa
-
Demo Massa Tolak UU Cipta Kerja di Bekasi Ricuh, Polisi Ditimpuki Batu
-
Foto-foto Halte TransJakarta Bundaran HI Dibakar
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama