SuaraJawaTengah.id - Buruh di Kota Semarang menggelar aksi Topo Ngligo di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, hal itu sebagai bentuk perlawanan pada sikap dan putusan Gubernur Jateng yang bakal menggelar sosialisasi UU Cipta Kerja pada hari ini.
Ketua DPW FSPMI KSPI jateng, Aulia Hakim mengatakan, meskipun terjadi aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang dilakukan oleh elemen buruh, mahasiswa dan bahkan pelajar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mendukung kebijakan Presiden Jokowi.
"Dirinya memilih untuk mendukung Jokowi dengan dikeluarkannya surat dari Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor : 000/2776," jelasnya, Senin (12/10/2020).
Menurutnya dalam situasi saat ini seluruh elemen bangsa sedang bekerja keras melawan DPR RI yang memaksakan pengesahan UU Omnibus Law pada tanggal 5 Oktober 2020.
"Bahkan Omnibus Law ini sejak awal pembentukannya sudah bermasalah, mulai dari proses yang tidak memenuhi syarat pembentukan perundang-undangan serta isi materi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945," ucapnya.
Ia menambahkan, pembahasan UU Omnibus Law juga terkesan kejar tayang. Menurutnya kebijakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.
"Kebijakannya kejar tayang. Tidak sesuai dengan demokrasi," imbuhnya.
Oleh sebab itu, lanjut Aulia, kurang bijak jika pemerintah Provinsi Jateng pada saat UU Cipta Kerja ini dipersoalkan oleh seluruh elemen masyarakat bangsa justru pemerintah Provinsi Jateng melakukan sosialisasi.
"Untuk itulah kami dari Perda KSPI Provinsi Jawa Tengah tidak akan menghadiri undangan tersebut dan menggelar Topo Ngligo,"katanya.
Baca Juga: Demo Tolak UU Ciptaker di Medan, Polisi Ungkap Ada Dugaan Keterlibatan KAMI
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Dihalau Polisi, Buruh: Besok dari Utara hingga Selatan, Kita Kepung Istana!
-
Pengusaha Jateng: UU Cipta Kerja Buka Peluang Investasi
-
Bahas UU Cipta Kerja, Ganjar Undang Rektor, Buruh dan Pengusaha
-
11 Hal yang Tak Dikatakan DPR - Pemerintah di Balik Hoaks UU Cipta Kerja
-
Polisi: Tersangka Pelempar Batu dari Atas Gedung DPRD Medan Adalah Satpam
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut
-
Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk
-
Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren