SuaraJawaTengah.id - Sejumlah perjalanan kereta api yang melintas di jalur selatan, antara Stasiun Notog hingga Kebasen di Kabupaten Banyumas sempat mengalami gangguan setelah rel tertimbun material longsor pada Rabu (28/10/2020) malam.
Dari catatan PT PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 5 Purwokerto, ada tiga rangkaian kereta yang terganggu perjalanannya, yakni KA Gajayana relasi Gambir-Malang, KA Bengawan relasi Lempuyangan-Pasarsenen, dan KA Bima relasi Malang-Gambir.
KA Gajayana dan KA Bengawan harus menunggu selama sekitar 20 menit sedangkan KA Bima relasi Malang-Gambir menunggu selama 15 menit.
Kekinian, persoalan tersebut telah teratasi dengan dikerahkannya petugas untuk membersihkan jalur rel yang tertimbun material longsoran di antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto mengemukakan, jalur rel yang dilaporkan terdampak tanah longsor pada Rabu malam (28/10/2020) sudah ditangani dan kereta api sudah bisa kembali melintasi jalur itu sejak Kamis (29/10/2020) pukul 00.45 WIB.
Ia menambahkan, pada pukul 06.40 WIB, kereta api sudah bisa melintas dengan kecepatan 20 kilometer per jam di jalur itu dan pada pukul 08.45 WIB kedua jalur rel di antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen sudah kembali normal, bisa dilewati kereta api sebagaimana biasa.
Dia mengemukakan, gangguan akibat tanah longsor di depan terowongan antara Stasiun Notog dan Stasiun Kebasen dilaporkan oleh masinis pada Rabu (28/10/2020) malam.
"Gangguan tersebut diketahui berkat informasi dari masinis KA Dwipangga yang diterima Pusat Pengendali KA Daop 5 Purwokerto pada Hari Rabu (28/10) pukul 22.50 WIB," katanya seperti dilansir Antara.
Setelah menerima informasi itu, Pusat Pengendali KA Daop 5 Purwokerto segera menghubungi petugas di lapangan dan melakukan penutupan jalur kereta api. Petugas kemudian dikerahkan untuk membersihkan jalur rel dari material longsoran. (Antara)
Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya: Tren Kecelakaan di Perlintasan KA Sebidang Meningkat
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
-
Kendal Tornado FC Gagal Gusur Deltras, Manajemen Tetap Gas Target Liga 1
-
2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda