SuaraJawaTengah.id - Sebuah polling atau jajak pendapat menempatkan kotak kosong sebagai pemenang sementara di Pilkada Boyolali. Hasil polling ini beredar di grup-grup dan media sosial warga menjelang coblosan.
Hal ini tentu membuat geger warga Boyolali. Namun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali mengaku belum menerima pendaftar lembaga survei manapun yang mengadakan polling pilkada tahun ini.
Lantaran itu, sebagian kalangan menilai polling yang menempatkan kota kosong sebagai pemenang mengalahkan calon tunggal di Pilkada Boyolali 2020, M. Said Hidayat-Wahyu Irawan tersebut menyesatkan.
Menurut informasi yang diterima Solopos.com, jejaring suara.com, polling tersebut mencantumkan pilihan pasangan calon peserta Pilkada Boyolali dan pilihan kotak kosong.
Hasil sementara dengan 192 suara pada Jumat (30/10/2020) pukul 15.27 WIB, respoden lebih banyak memilih kotak kosong. Namun, tidak ada keterangan pemilih dari mana saja, usia, dan sebagainya yang lazim disertakan dalam sebuah survei.
Koordinator RTF (Roundtable Forum), yang juga Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI (Korps Alumni HMI) Boyolali, Thontowi Jauhari, menilai polling Pilkada Boyolali tersebut menyesatkan.
“Itu menyesatkan sebenarnya. Hasilnya seperti apa saya tidak tahu. Namun sepertinya tidak valid, kredibilitasnya perlu dipertanyakan,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat 30 Oktober 2020.
Menurut dia, yang namanya survei atau polling harus menganut ilmu statistik. Sampel harus memenuhi kriteria dalam ilmu-ilmu survei. “Jadi tidak bisa sembarang, sampling menjadi bias, itu bisa digerakkan oleh orang untuk kepentingan politik sesaat, tidak menggambarkan yang sebenarnya,” kata dia.
Thontowi pun mengaku sering mendapat informasi semacam polling Pilkada Boyolali tersebut, namun dia memilih mengabaikannya. “Ya saya abaikan. Jangan membuat hal yang menyesatkan. Sesuatu yang di-publish harus ada unsur edukasinya,” kata dia.
Baca Juga: Video Anak Bawa Jenazah Sang Bunda Pakai Keranjang di Atas Sepeda Motor
Sementara mengenai kondisi di Boyolali, dia memprediksi pasangan calon yang ada saat ini akan terpilih menjadi pemenang.
“Dari teori apapun, kecuali Tuhan berkehendak lain. Dalam hitungan apapun, calon akan terpilih. Prediksi kami 85% menang. Sebab saya melihat dari PDIP saja sudah berapa? Di luar pemilih PDIP tentunya juga ada. Ini predisksi kuantitatif tapi mengacu hasil pemilihan lalu, ya kuantitatif juga,” jelas dia.
Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono, mengatakan survei atau polling Pilkada Boyolali merupakan hak politik masyarakat sehingga pihaknya tidak bisa menganjurkan maupun melarang. Hanya, dia menegaskan hasil survei tidak dapat dijadikan sebagai patokan dalam proses pengawasan.
“Untuk pengawasan kami tetap mengacu SOP yang sudah ada serta indeks kerawanan yang sudah dipetakan,” kata dia.
Berita Terkait
-
Video Anak Bawa Jenazah Sang Bunda Pakai Keranjang di Atas Sepeda Motor
-
Viral Pengendara Motor di Boyolali Bawa Jenazah Ibunya dengan Bronjong
-
Gangguan Jiwa, Warga Boyolali Ini Bawa Jenazah Ibunya Pakai motor
-
Viral Anak Angkut Jenazah Ibu Pakai Bronjong di Motor, Ini Penjelasannya
-
Hasil Debat Perdana Pilkada Bantul, Minim Visi Fokus Tebar Pesona
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Waktu Buka Puasa di Semarang Hari Ini 27 Februari 2026, Lengkap dengan Bacaan Doa
-
7 Fakta Banjir Semarang 2026: Motor Nyaris Hanyut di Kawasan Industri Candi
-
Mudik Gratis Bulog 2026 Resmi, Ini Rute Jawa Tengah dan Jogja serta Cara Daftarnya
-
Wuling Gempur Semarang: SUV Canggih Eksion Jadi Bintang!