SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas menggelar Festival Dalang Cilik 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan di Gedung Kesenian Sutedja Purwokerto, Rabu (4/11/2020).
Di tengah-tengah acara, digelar juga mengheningkan cipta untuk mendoakan mendiang seniman Dalang Ki Seno Nugroho yang telah berpulang pada hari Selasa (3/11/2020) di Yogyakarta.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Destianto menjelaskan acara tersebut merupakan upaya melestarikan kebudayaan dan regenerasi dalang. Namun karena dalam suasana berkabung, diselingi juga doa bersama.
"Pada hari ini Rabu (4/11/2020), kebetulan kami dari Dinporabudpar sedang menyelenggarakan event besar yaitu Festival Dalang Cilik. Akan tetapi ada berita duka untuk kita semua ketahui bahwa telah berpulang tokoh besar pewayangan Indonesia. Beliau sangat dicintai dan dikagumi, banyak sekali penggemarnya," kata Destianto saat memimpin doa pembukaan Festival Dalang Cilik Kabupaten Banyumas.
Maka untuk itu, menurutnya para peserta dan penonton yang hadir di Gedung Kesenian Sutedja Purwokerto diajak mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan agar kiranya almarhum dapat diterima segala amal baiknya, diampuni segala dosa dan ditempatkan di surga.
"Marilah kita semuanya, dunia pedalangan dan pewayangan yang sedang kita uri-uri hari ini ditinggalkan oleh Ki Seno. Semoga kita dapat meneruskan perjuangan beliau dengan mengangkat filsafat wayang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Banyumas, Asis Kusumandani menjelaskan adanya festival tersebut untuk membina, mengembangkan dan melestarikan seni pedalangan.
"Karena seni pedalangan merupakan seni asli Indonesia dan kita wajib uri-uri kebudayaan sekaligus juga untuk regenerasi bagi dalang-dalang kita. Mereka dididik sejak kecil untuk mencintai seni pedalangan," jelasnya.
Karena menurutnya, seni pedalangan ini syarat dengan tontonan dan tuntunan bagi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu pemkab mengusahakan setiap tahun membuat agenda semacam ini.
Baca Juga: Prosesi Pemakaman Ki Seno Nugroho, Penuh Haru dan Duka Mendalam
"Disamping lomba dalang juga kita adakan lomba karawitan untuk tingkat SMP dan SMA. Tujuannya agar mereka mencintai seni karawitan," ujarnya.
Saat ini menurutnya dalang di Kabupaten Banyumas jumlahnya tidak banyak. Hanya ada dua dalang muda yang saat ini sedang populer.
"Dalang Jedher dan Jegrak. Usianya masih muda 23 dan 25 tahun. Yang lain dalang lokal yang masih ada tapi tinggal sedikit. Makanya diadakan acara ini," ujarnya.
Pada acara tersebut, diikuti oleh 7 peserta yang berasal dari enam eks kawedanan dan satu dari kotip. Seluruhnya adalah warga Kabupaten Banyumas.
"Usia yang dilombakan dari umur 12 sampai 15 tahun. Penilaiannya mulai dari Suluk kemudian memainkan wayangnya, vokal lalu kecreknya. Ceritanya masing-masing peserta berbeda. Dan mereka datang kesini cuma dalangnya saja, kami dari panitia sudah menyiapkan kelir, pengiring dan wayangnya," terangnya.
Dalam perlombaan tersebut juga memperebutkan uang tunai sebesar Rp5.500.000 ribu untuk juara satu sampai juara harapan empat mendapatkan Rp2.000.000 ribu.
Tag
Berita Terkait
-
Hendi Kenalkan Robot Pencuci Tangan, Suaranya Bikin Warganet Baper
-
Pernah Ikut Nyinden Dibayar Rp10 Ribu, Soimah Sedih Ki Seno Meninggal
-
Suasana Haru Iringi Prosesi Pemakaman Dalang Ki Seno Nugroho
-
Ananda Mengenang Ki Seno Nugroho: Jokes-nya Berkelas, Smart and Sharp
-
Ki Seno Meninggal Dunia Usai Olahraga, Begini Cara Aman Bersepeda!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran